Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

Gepak Lampung Minta Penegak Hukum Usut Mundurnya Hamid, Mantan Sekda Tanggamus yang Terseret Isu Korupsi CT Scan

IMG 20250811 WA0021

TANGGAMUS – Di balik tembok kantor Pemerintah Kabupaten Tanggamus, kabar itu menyebar seperti bisik-bisik yang tak mau reda. Hamid Heriansyah Lubis, birokrat senior yang lebih dari lima tahun menduduki kursi Sekretaris Daerah, tiba-tiba mengajukan pengunduran diri dari jabatan barunya sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.

Bagi sebagian orang, langkah ini mungkin sekadar catatan mutasi pejabat. Tapi di mata publik, momen itu datang di saat yang janggal. Nama Hamid ikut disebut-sebut dalam dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan CT Scan di RSUD Batin Mangunang, proyek bernilai Rp13,4 miliar yang kini menjadi perkara hukum.

Hamid bukan tokoh sembarangan. Ia pernah menjadi tangan kanan Bupati Dewi Handajani, lalu bertahan di era Penjabat Bupati Mulyadi Irsan. Mutasi yang dilakukan medio Juli 2024 menempatkannya di posisi staf ahli jabatan yang sering disebut parkir bagi pejabat tinggi daerah. Tak lama setelah itu, catatan absensinya di kantor mulai tipis. Satu-dua kali muncul, lalu kembali tak terlihat.

BACA JUGA:  Mualem Ajak Bangsa Aceh Junjung Tinggi Adat Budaya dan Jaga Perdamaian

Kasus CT Scan sendiri telah menjerat dua tersangka: Meri Yosefa, mantan Direktur RSUD Batin Mangunang, dan M. Taufik, kontraktor penyedia alat. Kejaksaan Negeri Tanggamus menduga proyek yang dikerjakan pada 2023 itu sudah bermasalah sejak tahap awal.

Di luar kantor kejaksaan, tekanan publik mulai mengeras. Gerakan Pembangunan Anti Korupsi (Gepak) Lampung, lewat ketua umumnya Wahyudi, mendorong aparat penegak hukum untuk memperluas lingkar penyidikan.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, proyek tersebut bermasalah sejak 2023 dan sekarang sudah ada tersangka, termasuk direktur rumah sakit. Dugaan kuat keterlibatan mantan Sekda ini bukan tidak beralasan,” kata Wahyudi, Senin, 11 Agustus 2025.

BACA JUGA:  Wabup Syaiful Hadiri Halalbihalal PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni

Ia menyebut mundurnya Hamid sebagai pertanda yang tak bisa dianggap remeh. “Apakah murni rotasi jabatan biasa atau memang beliau diduga kuat terlibat dalam pusaran kasus ini? Penegak hukum harus berani membuka semua fakta,” ujarnya.

Kecurigaan itu bukan hanya milik aktivis. Seorang staf RSUD Batin Mangunang, yang meminta namanya disembunyikan, mengaku pernah mendengar kabar bahwa Hamid menjadi aktor kunci di balik proyek yang kini menjadi barang bukti. “Bahkan ada kabar kuat bahwa mantan Sekda ini yang menjadi dalang dari kasus ini,” katanya. (*/ vit)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *