Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Keluarga Korban Misterius Laporkan Penyidik Polsek Natar ke Propam Polda Lampung

IMG 20250828 WA0161
Keluarga korban bersama pendamping menunjukkan surat laporan usai melapor ke Propam Polda Lampung, Kamis (28/8/2025). (ist)

LAMPUNG – Kasus kematian misterius Anwar Hakim, karyawan PT Getmap, kini merambah ke ranah internal kepolisian. Keluarga korban resmi melaporkan oknum penyidik dan Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Natar ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Lampung pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Langkah itu ditempuh karena keluarga menilai penyidikan berjalan tidak transparan dan cenderung mandek. Laporan diterima dengan nomor: SPSP2/89/V/III/2025/Subbagyanduan.

“Kami sudah melapor sejak 17 April, tapi tidak ada perkembangan berarti. Justru kasus ini seakan jalan di tempat,” ujar Noverda, kakak korban, usai membuat laporan.

Anwar Hakim ditemukan meninggal di kantor PT Getmap, April lalu. Enam hari sebelumnya ia tak bisa dihubungi meski ponselnya aktif. Saat jenazah ditemukan, keluarga mendapati sejumlah luka lebam di tubuhnya.

BACA JUGA:  Pria di Pringsewu Ditahan Polisi, Diduga Gelapkan Mobil Honda Brio

“Dari kondisi fisik, kami yakin kematian adik saya tidak wajar. Karena itu, kami minta polisi membuka tabir ini dan memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat,” kata Noverda.

Laporan polisi terkait dugaan penganiayaan berat hingga mengakibatkan kematian, atau dugaan pembunuhan, sebenarnya sudah dibuat sejak 17 April 2025 dengan nomor LP/B-59/IV/2025/SPK/POLSEK NATAR/POLRES LAMPUNG SELATAN/POLDA LAMPUNG. Namun, menurut keluarga, tak ada tindak lanjut jelas.

“Banyak hal yang ditutup-tutupi. Kami kecewa, karena sejak awal penanganannya tidak serius,” ucap Noverda.

Ketua Umum Gepak Lampung, Wahyudi, ikut mendampingi keluarga korban saat melapor ke Propam. Ia menilai langkah itu wajar mengingat ada sejumlah kejanggalan dalam penanganan perkara.

“Sejak awal memang terlihat ada ketidakberesan. Karena itu kami mendorong Propam Polda menindaklanjuti laporan ini dengan serius, agar proses penyidikan berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Wahyudi.

BACA JUGA:  Bupati Pringsewu Resmikan Rumah BUMN, Dorong 3.000 UMKM Talenta Muda

Ia menegaskan pihaknya hanya memberi dukungan moral dan hukum.

“Kami berharap penyidikan dilakukan terbuka dan bisa memberi rasa keadilan. Jangan sampai kasus ini hilang tanpa kepastian,” katanya.

Keluarga kini menggantungkan harapan pada Propam Polda Lampung.

“Kami hanya ingin kebenaran dan keadilan untuk adik kami. Jangan biarkan kasus ini hilang begitu saja,” tutur Noverda.

Wahyudi menambahkan, laporan ke Propam diharapkan menjadi pintu pembuka untuk mengungkap misteri kematian Anwar Hakim.

“Semoga fakta sebenarnya bisa ditemukan, dan benteng keadilan bagi keluarga bisa terwujud,” ujarnya. (*)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *