Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Jembatan Kayu Rapuh Ancam Keselamatan Warga, Pemerintah Diminta Segera Bertindak

Kondisi jembatan kayu yang sudah berumur 10 tahun , yang berlokasi di Dukuh Cikuya dan Dukuh Karang Benda Desa Kedungoleng (Foto: hariandaerah.com/Haryoto).

BREBES – Kondisi jembatan kayu yang menghubungkan Dukuh Karang Benda dan Dukuh Cikuya di RT 009 RW 007, Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, kini semakin memprihatinkan. Jembatan yang menjadi satu-satunya akses penghubung antar-dukuh tersebut tampak mulai rapuh dan membahayakan keselamatan warga.

‎Sejumlah papan kayu terlihat lapuk dan berlubang, membuat warga harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama ketika membawa barang atau mengendarai sepeda motor. Beberapa warga bahkan mengaku kerap terjatuh, terutama anak-anak yang berangkat ke sekolah saat kondisi jembatan licin akibat hujan.

‎“Kami sangat khawatir setiap kali melintas, apalagi pada malam hari. Jembatan ini sangat penting bagi kami dan anak-anak untuk beraktivitas sehari-hari, tetapi kondisinya sudah tidak layak,” ujar Wagyo, salah satu tokoh masyarakat setempat, kepada hariandaerah.com, Kamis (30/10/2025).

‎Menurut Wagyo, jembatan tersebut dibangun sekitar 10 tahun lalu dan hingga kini belum pernah mengalami perbaikan menyeluruh. Masyarakat telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan kepada pemerintah desa, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang jelas. Pemerintah desa beralasan, anggaran dana desa untuk pembangunan fisik sangat terbatas.

‎Lebih lanjut, Wagyo berharap Pemerintah Kabupaten Brebes melalui dinas terkait segera turun tangan untuk mencari solusi terbaik sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

‎“Selain menyangkut keselamatan, jembatan ini juga menjadi urat nadi perekonomian masyarakat di wilayah ini,” tambahnya.

‎Ia juga menuturkan, warga sudah berkali-kali dijanjikan oleh pihak pemerintah desa maupun sejumlah anggota dewan, terutama menjelang pemilihan legislatif, bahwa jembatan tersebut akan segera dibangun secara permanen.

‎“Namun hingga kini janji itu belum pernah terealisasi,” tegas Wagyo.

‎Dengan kondisi jembatan yang semakin memburuk dan membahayakan, warga di dua dukuh tersebut mendesak agar perbaikan segera dilakukan. Jembatan ini sangat vital karena menjadi jalur utama bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah dan para petani yang beraktivitas setiap hari.

‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Kedungoleng maupun instansi terkait di Kabupaten Brebes belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga yang telah menantikan pembangunan jembatan permanen selama satu dekade terakhir.

BACA JUGA:  Dorong Kepatuhan Berlalu Lintas, Polres Brebes Laksanakan Sosialisasi Zebra Candi 2025

Penulis

BACA JUGA:  Miliki Aset Rp700 Juta Lebih, Keberadaan Koperasi Puskesmas Larangan Diduga Belum Berbadan Hukum
Penulis: Haryoto Editor: Herlin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *