Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Lewat Dapur Cerdas Inflasi, BI Aceh Ajak Ibu-ibu DWP USK Kendalikan Inflasi dari Rumah

Screenshot 2025 11 20 18 46 34 16 e2d5b3f32b79de1d45acd1fad96fbb0f 768x492 1
Peserta Cooking Class Dapur Cerdas Inflasi antusias mempraktikkan pengolahan bahan pangan yang lebih hemat dan tahan lama sebagai upaya mendukung pengendalian inflasi. (Foto: Humas BI Perwakilan Aceh).

BANDA ACEH – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Cooking Class bertema Dapur Cerdas Inflasi di Hoco Coffee, Lambhuk, Banda Aceh, pada Kamis (20/11/2025).

Kegiatan ini diikuti sekitar 50 anggota DWP USK dan dibuka oleh Kepala Tim Perumusan KEKDA BI Aceh, Hendy Hadiyan, serta Ketua DWP USK, Eti Indarti Marwan. Dengan bimbingan Chef Surya Firdaus, para peserta mempraktikkan cara mengolah Ikan Tuna Tumis khas Aceh menggunakan cabai bubuk sebagai alternatif cabai merah segar yang lebih praktis dan tahan lama.

Dalam sambutannya, Hendy menegaskan bahwa kelas memasak ini tidak sekadar kegiatan kuliner, tetapi merupakan bagian dari strategi komunikasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

BACA JUGA:  Pj Ketua TP-PKK Aceh Kunjungi Bener Meriah untuk Pembinaan Gammawar dan Penurunan Stunting

“Inflasi Aceh saat ini berada pada level yang perlu terus kita jaga bersama. Melalui kegiatan edukasi ini, kami berharap para ibu dapat berperan dalam pengendalian inflasi pangan, dimulai dari dapur masing-masing. Setiap keputusan belanja seperti membeli cabai, bawang, dan kebutuhan harian lainnya secara langsung memengaruhi permintaan di pasar,” tuturnya.

Ketika permintaan meningkat tajam, tekanan inflasi ikut naik. Karena itu, memahami pola belanja yang bijak serta memanfaatkan alternatif bahan pengganti, seperti cabai merah kering atau bubuk, menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas harga,” tambah Hendy.

Sementara itu, Ketua DWP USK, Eti Indarti Marwan, menyampaikan apresiasi dan antusiasmenya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia yang telah mengajak DWP Universitas Syiah Kuala berkolaborasi untuk meningkatkan pemahaman bahwa memilih bahan masakan secara bijak turut membantu menjaga inflasi. Harapannya, program ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Mahasiswa USK Dorong Budaya Literasi di SMP Muhammadiyah 11 Simpang Teritit

Melalui kegiatan kolaboratif seperti Cooking Class Dapur Cerdas Inflasi, Bank Indonesia Provinsi Aceh bersama para mitra, khususnya DWP USK, terus mendorong pemahaman masyarakat bahwa pengendalian inflasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Peran aktif masyarakat terutama para ibu yang kreatif dan cermat dalam mengatur dapur menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas harga serta ketahanan pangan di daerah.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *