Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Anggota DPRK Langsa Kecam Keras Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis HAM

IMG 20260318 221048
Ketua Partai Hanura Kota Langsa, Khairul Amri yang juga anggota DPRK Langsa periode 2024-2029. (Foto:hariandaerah.com/Dok.Ist).

KOTA LANGSA – Anggota DPRK Langsa dari Partai Hanura, Khairul Amri mengecam keras penyiraman air keras terhadap aktivis pada 12 Maret lalu di kawasan Jalan Salemba I, Jakarta.

Khairul Amri menegaskan, bahwa penyiraman air keras kepada aktivis hak asasi manusia (HAM), Andrie Yunus merupakan tindakan brutal yang sudah mencederai demokrasi di Indonesia.

“Sebagaimana kita ketahui, korban mengalami luka bakar serius sekitar 24 persen di bagian tubuhnya, seperti di wajah, mata, tangan dan juga dada,” ucap Khairul Amri kepada hariandaerah.com, Rabu (18/03/2026).

Selanjutnya Khairul Amri yang juga menjabat Ketua Partai Hanura Kota Langsa ini menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa Andrie Yunus yang merupakan Wakil Koordinator pada Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras).

Menurutnya kejadian itu adalah tindakan biadab dan merupakan tindakan kekerasan yang tidak berperikemanusiaan terhadap pejuang keadilan dan hak asasi manusia.

BACA JUGA:  Bersama JKN, Hadapi Aktivitas Harian Tanpa Cemas Biaya Kesehatan

“Kami mengutuk keras tindakan biadab tersebut, karena serangan terhadap aktivis HAM, Andrie Yunus tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa,” kata Amri dengan keras.

Untuk itu Amri meminta kepada aparat penegak hukum, khususnya Polri untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan profesional karena kekerasan terhadap aktivis HAM adalah ancaman serius bagi kebebasan sipil dalam berdemokrasi di Indonesia.

“Siapapun pelaku, termasuk orang-orang yang berada di balik serangan itu harus diungkap tuntas dan diproses hukum. Negara gak boleh kalah oleh teror seperti  itu,” tegasnya.

Selaku Ketua Partai Hanura dan Anggota DPRK Langsa, Khairul Amri mengatakan, peristiwa tersebut menjadi peringatan bagi kita semua bahwa kekerasan tidak boleh dijadikan alat untuk membungkam suara kebenaran.

BACA JUGA:  Fakultas Peternakan Unand Distribusikan Ribuan Telur untuk Warga Terdampak Banjir Batu Busuk

“Kami berharap Andrie Yunus dapat segera pulih dan pihak keluarga tetap sabar dengan kejadian ini,” tutup Khairul Amri.

Penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus terjadi sekitar pukul 23.30 WIB pada Kamis (12/03/2026) malam. Saat itu korban sedang dalam perjalanan pulang dengan sepeda motor usai mengikuti rekaman podcast di kantor YLBHI.

Kemudian korban yang mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Berdasarkan informasi yang beredar, ada dua orang tak dikenal yang juga mengendarai sepeda motor mendekati Andrie Yunus dan secara tiba-tiba menyiram cairan keras ke arah tubuhnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *