Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

PKM Unsam Kenalkan Inovasi SIGAB-POS Edukasi Banjir bagi Siswa Tamiang Lewat Poster

IMG 20260420 025033
Ketua Tim PKM Prodi Pendidikan Geografi Unsam, Ayu Suciani M.Pd dan mahasiswanya foto bersama Kepala Sekolah, siswa dan guru SMAN 1 Manyak Payed. (Foto:hariandaerah.com/Sukma).

ACEH TAMIANG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Samudra melaksanakan program edukasi kesiapsiagaan bencana banjir kepada siswa SMA Negeri 1 Manyak Payed, Aceh Tamiang lewat poster.

Dalam program yang dilaksanakan pada tanggal 06 Februari 2026, PKM memperkenalkan inovasi SIGAB-POS (Kesiapsiagaan Bencana melalui Poster) sebagai media pembelajaran bagi siswa.

PKM yang mendapat dukungan penuh pihak sekolah, baik Kepala Sekolah dan siswa tersebut dipimpin oleh Ayu Suciani M.Pd bersama mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi, yakni Arif Maulana dan Sahid Bima Indrayana.

Ayu Suciani menyampaikan, bahwa wilayah Manyak Payed diketahui memiliki potensi banjir yang cukup tinggi akibat kondisi geografis berupa dataran rendah, aliran sungai, serta curah hujan yang meningkat pada musim tertentu.

“Banjir yang terjadi pada akhir tahun 2025 lalu tersebut bahkan sempat mengganggu aktivitas belajar mengajar dan menurunkan tingkat kehadiran siswa,” ucap Ayu.

BACA JUGA:  Akademisi Muda Multi Talenta, Prof. Husni Mubarak Dorong Transformasi Pendidikan di Aceh

Selanjutnya Ayu yang juga ketua tim PKM ini menjelaskan, bahwa program SIGAB-POS hadir sebagai solusi untuk meningkatkan pemahaman siswa terkait mitigasi bencana.

Adapun SIGAB-POS dilaksanakan melalui poster edukatif yang berisi langkah-langkah sebelum, saat, dan setelah banjir, sehingga siswa diharapkan dapat lebih siap menghadapi situasi darurat.

“Poster ini dirancang dengan bahasa sederhana dan visual yang mudah dimengerti, agar siswa memahami mitigasi banjir sebelum, saat, dan sesudah kejadian, sehingga lebih siap mencegah dan menghadapi dampaknya,” terang Ayu.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap, dimulai dari sosialisasi hingga pemasangan poster di titik-titik strategis yang sering dilalui siswa, sehingga informasi yang disajikan dapat terbaca berulang dan membantu siswa semakin memahami langkah-langkah mitigasi bencana banjir.

BACA JUGA:  Pemkab Abdya Bebaskan Dua ODGJ dari Pasung, Komitmen Dukung Program Nasional "Indonesia Bebas Pasung

Sebagai upaya keberlanjutan, dibentuk tim kecil yang terdiri dari guru dan siswa untuk mengelola serta memanfaatkan poster sebagai media edukasi berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Ketua tim PKM tidak lupa menyampaikan, melalui program ini diharapkan siswa tidak hanya memahami risiko bencana banjir, tetapi juga mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat.

“Program SIGAB-POS juga diharapkan dapat menjadi model edukasi bencana berbasis sekolah yang dapat diterapkan di wilayah lain,” ungkap Ayu Suciani.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *