LHOKSEUMAWE – Diklat Kepemimpinan Santri dan Musyawarah Kerja Pengurus Organisasi Santri Pesantren Modern Misbahul Ulum masa bakti 2026–2027 menghadirkan Guru Besar Bidang Keuangan Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Ghazali Syamni, S.E., M.Sc., sebagai pemateri utama di Aula Teuku Umar, Kompleks Pesantren Modern Misbahul Ulum, Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe,selasa (12/05/2026). Kegiatan ini menekankan penguatan kapasitas kepemimpinan dan kemampuan pemecahan masalah bagi para santri pengurus organisasi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Pesantren Modern Misbahul Ulum, Ustaz Martunis, S.Pd., Gr., M.Hum., Wakil Direktur Bidang Pengasuhan, para wali asrama, pembina organisasi, majelis guru, serta 43 santri pengurus organisasi. Kehadiran berbagai unsur pesantren ini menunjukkan dukungan penuh terhadap penguatan kaderisasi kepemimpinan santri.
Dalam pemaparannya, Prof. Ghazali menekankan bahwa organisasi merupakan ruang strategis untuk melatih kemampuan problem solving, kerja sama, dan kepemimpinan. Menurutnya, pengalaman berorganisasi menjadi jembatan penting agar ilmu yang diperoleh di bangku pendidikan dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat.
“Setelah mendapatkan ilmu, metode penerapan agar bermanfaat bagi masyarakat itulah melalui organisasi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kemampuan menyelesaikan masalah secara kolektif menjadi keterampilan utama yang harus dimiliki setiap calon pemimpin sejak dini.
Lebih lanjut, Prof. Ghazali menyoroti pentingnya membangun jejaring (networking) dan pola pikir positif dalam berorganisasi. Ia mendorong santri untuk menjadikan organisasi sebagai wadah pengembangan diri, termasuk membuka peluang beasiswa dan kerja sama hingga tingkat internasional melalui relasi yang dibangun sejak di pesantren.
Sementara itu, Pembina Organisasi Santri, Ustaz Rizky Maulana, menyampaikan apresiasi atas materi yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa kegiatan diklat ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter kepemimpinan santri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang dalam pengelolaan organisasi dan penyelesaian masalah di lapangan.








