Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Soft Launching Cathlab RSUD Brebes: Hadirkan Harapan Baru, Penanganan Jantung dan Stroke Kini Cepat di Daerah

IMG 20260512 WA0026
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, MMRS, FIMMA, bersama Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, saat Launching Cathlab RSUD Brebes.(Foto dok hariandaerah.com)

BREBES – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes secara resmi menggelar peluncuran tahap awal (Soft Launching) pelayanan Laboratorium Kateterisasi Jantung atau Cathlab, di Aula RSUD Brebes, Selasa (12/05/2026). Kehadiran layanan ini menjadi langkah besar dalam memperkuat penanganan penyakit jantung dan stroke bagi masyarakat Brebes serta wilayah Pantura Barat.

Direktur RSUD Brebes, drg. Adhi Supriadi, menyampaikan bahwa fasilitas ini merupakan jawaban atas kebutuhan layanan kesehatan yang cepat dan tepat. Selama ini, banyak pasien dengan gangguan jantung atau stroke harus dirujuk ke luar daerah seperti Tegal, Purwokerto, hingga Semarang untuk mendapatkan tindakan medis lanjutan.

“Kehadiran Cathlab ini menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Brebes, agar bisa mendapatkan pelayanan jantung dan stroke yang cepat, tepat, serta bermutu di daerahnya sendiri,” ujarnya.

Menurut drg. Adhi, alat Cathlab yang digunakan merupakan hibah dari Pemerintah Pusat melalui Program SIHREN Kementerian Kesehatan RI, yang telah diterima RSUD Brebes pada Desember 2025. Selain itu, RSUD Brebes kini juga ditetapkan sebagai rumah sakit pengampu layanan KJSU, yang meliputi pelayanan kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi.

Dari sisi sumber daya manusia, RSUD Brebes kini telah didukung oleh empat dokter spesialis jantung, di antaranya dua dokter spesialis kardiologi intervensi, serta dokter radiologi intervensi, dokter saraf, dokter bedah saraf, dan tenaga kesehatan lain yang telah terlatih khusus.

“Dengan kesiapan sarana dan prasarana serta tenaga ahli tersebut, kami optimis RSUD Brebes mampu mengoperasikan layanan Cathlab selama 24 jam setiap hari, guna mendukung penanganan kegawatdaruratan jantung dan stroke,” tegasnya.

BACA JUGA:  Massa Tolak Keras Kedatangan Anies Baswedan ke Sumatera Barat

Sementara itu, Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, sangat mengapresiasi langkah strategis yang dilakukan RSUD Brebes. Menurutnya, kehadiran fasilitas ini jauh lebih bermakna daripada sekadar alat canggih, melainkan menjadi harapan nyata bagi warga.

“Ini bukan sekadar menghadirkan alat, tetapi menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Brebes. Kita semua paham, dalam kondisi darurat waktu adalah segalanya. Time is muscle and time is brain,” ungkap Paramitha, mengingatkan pentingnya penanganan cepat untuk menyelamatkan fungsi jantung dan otak pasien.

Ia berharap, fasilitas ini semakin mengukuhkan posisi RSUD Brebes sebagai pusat rujukan kesehatan utama bagi masyarakat di wilayah Pantura Barat.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, MMRS, FIMMA, turut menyambut baik dan mendukung penuh kehadiran layanan tersebut. Pihaknya siap menjalin kerja sama pelayanan asalkan seluruh persyaratan administrasi dan teknis telah terpenuhi.

“Syarat mutlaknya adalah adanya izin operasional, akreditasi rumah sakit, izin praktik dokter dan perawat, serta sertifikasi keilmuan proteksi radiasi. Melihat acara soft launching ini, saya yakin kesiapan itu sudah ada,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini baru terdapat 261 fasilitas Cathlab yang beroperasi di seluruh Indonesia, sementara ribuan rumah sakit lain masih dalam antrean kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Dirut BPJS Kesehatan juga menegaskan bahwa layanan ini diprioritaskan untuk penanganan kasus gawat darurat, terutama serangan jantung mendadak. Oleh karena itu, rumah sakit wajib menjamin ketersediaan penanggung jawab layanan selama 24 jam.

BACA JUGA:  Kembali Melihat Dunia Dengan Jelas: RSUD Brebes Hadirkan Layanan Spesialis Mata Profesional & Modern

“Cathlab ini utamanya untuk pasien serangan jantung. Jadi harus ada penanggung jawab yang siaga setiap saat. Untuk kasus yang tidak darurat, peserta JKN jangan dipaksa atau ditakut-takuti. Jangan sedikit-sedikit disarankan pasang ring jika tidak indikasi medisnya,” imbau dr. Prihati, mengingatkan agar pelayanan berjalan sesuai regulasi dan kebutuhan medis.

Meski masih dalam tahap peluncuran awal, dr. Prihati memastikan layanan Cathlab RSUD Brebes sudah dapat menerima pasien dalam kondisi gawat darurat. Ia juga mengajak seluruh tenaga medis dan pihak terkait untuk menyukseskan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Jalankan pelayanan ini dengan penuh pengabdian. Bantu kami agar program JKN ini sukses dan bisa terus menolong sesama,” pesannya.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan untaian melati di ruang Cathlab yang berlokasi di Lantai 3. Rombongan pimpinan kemudian meninjau langsung fasilitas tersebut serta menerima penjelasan teknis mengenai prosedur pelayanan dari Direktur Utama BPJS Kesehatan.

Tak hanya itu, rombongan juga menyambangi ruang rawat intensif jantung untuk menjenguk pasien. Dalam kesempatan itu, Bupati Brebes bersama Dirut BPJS Kesehatan memberikan semangat dan bingkisan kepada para pasien yang sedang dalam perawatan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Brebes, Wurja, S.E., Sekretaris Daerah Brebes, Tahroni, M.Pd., jajaran pimpinan BPJS Kesehatan, tenaga medis, serta para tamu undangan lainnya.

 

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *