Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Gerakan Nasional Selamatkan Perempuan Indonesia Digelar di Brebes: Tekan Angka Kematian Ibu dan Cegah Stunting Sejak Dini

IMG 20260512 WA0076
Gerakan Nasional Selamatkan Perempuan Indonesia. Kegiatan perdana se-Indonesia ini diselenggarakan secara kolaborasi oleh Rumah Sakit Umum (RSU) Islam Mutiara Bunda bersama Puskesmas Tanjung Brebes (Foto harian daerah.com/Putra Zambase)

BREBES – Langkah nyata perlindungan dan peningkatan kualitas kesehatan bagi kaum perempuan kembali digaungkan melalui pelaksanaan Gerakan Nasional Selamatkan Perempuan Indonesia. Kegiatan perdana se-Indonesia ini diselenggarakan secara kolaborasi oleh Rumah Sakit Umum (RSU) Islam Mutiara Bunda bersama Puskesmas Tanjung, Kabupaten Brebes, pada Selasa (12/05/2026). Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan perempuan di berbagai lapisan masyarakat.

Gerakan ini merupakan inisiatif besar yang bertujuan menekan angka kematian ibu, mendeteksi dini berbagai penyakit yang kerap menyerang perempuan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat dan akses pelayanan medis yang terjamin. Melalui kerja sama lintas fasilitas kesehatan — dari tingkat pertama hingga lanjutan seperti RSU Islam Mutiara Bunda dan Puskesmas Tanjung — diharapkan setiap perempuan di Brebes dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lengkap, terjangkau, dan berkualitas.

Kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh makna ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi daerah, menandakan betapa seriusnya perhatian terhadap isu perempuan dan kesehatan masyarakat. Hadir secara langsung: Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma; Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, MMRS, FIMMA; Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes.; Direktur RSUD Brebes, drg. Adhi Supriadi, M.Kes.; Direktur RSU Islam Mutiara Bunda., Kepala Cabang BPJS Kesehatan Brebes; Camat Tanjung; para Kepala Desa se-Kecamatan Tanjung; para Kepala Puskesmas serta ratusan peserta, khususnya ibu hamil yang memadati lokasi acara.

Dalam sambutannya, Direktur Utama BPJS Kesehatan, dr. Prihati Pujowaskito, mengawali dengan ungkapan kekaguman dan rasa syukur atas antusiasme luar biasa masyarakat yang hadir. Ia menilai, kebersamaan ini adalah bukti nyata semangat gotong royong — pondasi bangsa Indonesia — terutama dalam menjaga kesehatan bersama.

“Saya cukup kaget dan sangat bersyukur melihat banyaknya bapak, ibu, dan para ibu hamil yang hadir di sini dalam keadaan sehat. Kegiatan ini adalah wujud nyata semangat gotong royong. Dengan semangat inilah, semua persoalan kesehatan bisa tertolong dan teratasi bersama,” ujar dr. Prihati di hadapan para undangan.

Sebagai sorotan utama, dr. Prihati mengapresiasi peran strategis organisasi profesi seperti Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) yang turut andil mendukung program ini. Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat krusial dan tak tergantikan dalam kehidupan berbangsa.

“Kita menyadari betul, seorang perempuan harus bergerak cepat, berperan menjadi istri, menjadi ibu, sekaligus menjadi pekerja. Dan bukti nyata di hadapan kita, Ibu Bupati Brebes adalah sosok perempuan hebat yang berperan sebagai istri, ibu, pekerja, bahkan pemimpin daerah yang luar biasa. Inilah gambaran hebatnya perempuan Indonesia,” ungkapnya dengan nada bangga.

BACA JUGA:  Muslim A Gani: Tutup Semua Lembaga Keuangan Berkedok Syariah di Aceh

Ia menegaskan, kesehatan perempuan adalah kunci utama kelahiran generasi masa depan yang berkualitas, sehat, dan kuat. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesehatan perempuan tidak boleh dimulai hanya saat persalinan, melainkan jauh sebelumnya — yakni sejak masa pra-kehamilan.

“Mencegah stunting dan melahirkan generasi unggul itu persiapannya dimulai jauh sebelum hamil. Upaya promotif dan preventif harus dilakukan agar ibu dan bayi selalu sehat. Kesehatan bukan sekadar urusan pengobatan, melainkan tanggung jawab besar untuk melahirkan penerus bangsa yang sehat dan kuat,” tegasnya.

Lebih jauh, dr. Prihati menjelaskan prinsip dasar penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bersifat gotong royong. Sistem ini mempertemukan mereka yang sehat untuk membantu yang sakit, mereka yang mampu membantu yang kurang mampu — baik lewat pembayaran iuran mandiri, potongan gaji karyawan, maupun bantuan pemerintah daerah dan pusat. Dana yang terkumpul dikelola secara terpusat guna menjamin pembiayaan kesehatan seluruh masyarakat.

Pihaknya juga sangat mengapresiasi langkah POGI yang bergerak nyata, salah satunya lewat program vaksinasi HPV, serta edukasi kesehatan yang diarahkan khusus bagi ibu hamil. Kolaborasi ini, kata dia, sangat penting agar seluruh elemen masyarakat turut menjaga kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya.

“Organisasi profesi seperti POGI telah membantu kita dalam vaksinasi hingga edukasi. Semua ini bertujuan agar kita sama-sama menjaga kesehatan ibu dan bayi, demi lahirnya generasi berkualitas. Jangan sampai perhatian baru diberikan saat mau melahirkan. Persiapan harus dilakukan sejak dini,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, dr. Prihati juga mengingatkan kembali akan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin. Ia mengimbau seluruh ibu hamil untuk tidak enggan datang ke fasilitas kesehatan terdekat — baik puskesmas maupun rumah sakit — guna memantau kondisi kandungan. Hal ini bertujuan mendeteksi sejak dini berbagai risiko komplikasi yang sering mengancam, seperti perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, infeksi, hingga kondisi kegawatdaruratan lainnya.

“Jangan ragu atau keberatan jika diminta kontrol rutin. Itu semua demi keselamatan Ibu dan buah hati. Semakin sering kita pantau, semakin cepat kita tangani jika ada masalah, sehingga angka kematian ibu dan bayi bisa kita tekan terus menurun,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan para ibu untuk menjaga pola makan bergizi, istirahat cukup, serta mengelola stres dengan baik. Langkah sederhana ini dinilai sangat efektif agar persalinan dapat berjalan normal dan aman, tanpa perlu tindakan medis berisiko atau penggunaan peralatan khusus yang berlebihan — asalkan kondisi ibu dan janin senantiasa terjaga kesehatannya.

BACA JUGA:  Kacabdin Langsa: Kerjasama dengan PTPN Upaya Fasilitasi Siswa Berprestasi ke Nasional

Menyangkut kemudahan akses layanan, dr. Prihati memaparkan berbagai terobosan teknologi yang telah disiapkan agar peserta, termasuk ibu hamil, semakin dimudahkan. Melalui aplikasi Mobile JKN, layanan telepon Call Center 165, hingga layanan PANDAWA lewat WhatsApp di nomor 08118165165 yang aktif 24 jam, masyarakat bisa mengakses berbagai kebutuhan layanan cukup lewat gawai masing-masing.

“Lewat fitur-fitur ini, Ibu-ibu bisa cek status kepesertaan, daftar antrean secara daring, ubah data, konsultasi kesehatan, hingga melakukan skrining riwayat penyakit sejak dini. Semua kami siapkan agar akses kesehatan semakin mudah, cepat, dan merata,” ujarnya.

dr. Prihati kembali menegaskan komitmen penuh BPJS Kesehatan dalam menanggung seluruh biaya persalinan, baik normal maupun dengan indikasi medis lainnya. Bahkan, bagi bayi yang baru lahir dari peserta JKN, perlindungan kesehatan langsung berlaku. Pihaknya pun mengimbau agar bayi segera didaftarkan ke Dinas Sosial dalam kurun waktu 20 hari pertama kelahiran, agar status kepesertaan terjamin berlanjut sebagai peserta mandiri atau penerima bantuan iuran.

Di akhir sambutannya, dr. Prihati merasa bangga melihat antusiasme dan kepatuhan masyarakat Brebes dalam membayar iuran dan menjaga status kepesertaan aktif. Hal ini dinilainya sangat mendukung kinerja Pemerintah Kabupaten Brebes di bawah kepemimpinan Ibu Bupati.

“Kebahagiaan saya hari ini adalah saat bertanya, ‘Siapa di sini peserta BPJS yang aktif?’, dan Ibu-ibu semua mengangkat tangan. Terima kasih telah sadar akan pentingnya jaminan kesehatan. Dukungan ini sangat membantu Ibu Bupati memajukan kesehatan daerah. Semoga Kabupaten Brebes semakin maju, sehat, dan sejahtera di masa depan,” pungkasnya disambut tepuk tangan meriah seluruh hadirin.

Sementara itu, Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, perempuan memegang peran sentral dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, sehingga kesehatan mereka adalah fondasi utama bagi kemajuan suatu daerah.

“Perempuan adalah tiang utama dalam rumah tangga. Ketika perempuan sehat, maka keluarga akan sehat, dan pada akhirnya masyarakat pun akan sejahtera. Saya sangat berterima kasih kepada RSU Islam Mutiara Bunda dan Puskesmas Tanjung yang telah berinisiatif menyelenggarakan gerakan mulia ini. Ini adalah wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak, yang menjadi prioritas utama pembangunan kesehatan di Brebes,” ujar Ibu Bupati di hadapan para peserta dan  undangan.

 

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *