BREBES – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Pemerintah Kabupaten Brebes menggelar pertunjukan rakyat Wayang Golek Santri di Lapangan Desa Parereja, pada Rabu (03/06/2026). Kegiatan ini menjadi wadah edukasi kreatif yang memadukan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan penyebarluasan aturan perlindungan anak di ruang siber, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 atau yang dikenal sebagai PP TUNAS (Tunggu Anak Siap).
Langkah strategis yang mengangkat kearifan lokal budaya Sunda dan Jawa ini diambil sebagai upaya mencetak generasi muda yang tidak hanya sehat dan tangguh secara fisik, tetapi juga aman dan terlindungi dari paparan konten digital berbahaya, guna menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan komitmen kuatnya dalam menjaga masa depan digital anak Indonesia melalui penegakan regulasi yang ketat di berbagai platform media sosial. Direktur Komunikasi Publik Komdigi, Nunik Purwanti, menjelaskan bahwa pihaknya menuntut tanggung jawab dari pengelola platform besar seperti TikTok, Instagram, Facebook, X, hingga Bigo Live untuk memperketat pengaturan batasan usia pengguna.
“Melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Bapak Presiden, kita perkuat tubuh anak Indonesia. Sementara melalui PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS, kita lindungi masa depan digital mereka agar tetap aman dan positif,” ujar Nunik dalam sambutannya.
Sementara itu, Wakil Bupati Brebes, Wurja, S.E., sangat mengapresiasi terobosan ini. Menurutnya, pendekatan melalui seni pertunjukan wayang yang dibawakan dalang Ki Haryo Susilo Entus dinilai sangat efektif dan mampu menyentuh hati masyarakat Desa Parereja.
Wurja juga mengingatkan pentingnya peran aktif lingkungan terdekat dalam membentengi moral dan keselamatan anak di era modern. “Anak-anak kita hari ini tidak hanya bermain di halaman rumah, tetapi juga beraktivitas luas di ruang maya. Di sinilah peran penting kita sebagai orang tua, guru, dan seluruh masyarakat untuk selalu mendampingi, agar mereka aman dan bijak dalam menggunakan teknologi,” tegas Wurja.
Dari sisi kesehatan dan gizi, Tim Pokja Promosi Badan Gizi Nasional, Teguh Suparngadi, menjelaskan bahwa Program MBG dirancang khusus untuk menjamin pemenuhan kebutuhan gizi anak, terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan yang dimulai sejak dalam kandungan hingga usia sekitar tiga tahun.
“Masa ini adalah periode paling krusial bagi tumbuh kembang anak. Untuk itu, MBG memastikan setidaknya ada tiga komposisi utama dalam setiap sajian makanan, yaitu karbohidrat, protein, dan serat yang lengkap,” jelas Teguh.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan pengawasan penggunaan gawai dan pemenuhan gizi yang baik sejak dini dapat berjalan beriringan. Hal ini menjadi kunci utama untuk melahirkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, serta siap bersaing. Kementerian Komunikasi dan Digital bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus mengawal langkah ini demi mewujudkan generasi emas Indonesia yang tangguh di tengah kemajuan teknologi.














