PRINGSEWU – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ambarawa Barat, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung, memperkuat sistem pengelolaan limbah operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pemasangan biotek guna meminimalisir dampak terhadap lingkungan sekitar.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga standar sanitasi dan pengelolaan lingkungan di lingkungan dapur pelayanan gizi yang setiap hari melayani kebutuhan makanan bergizi bagi para penerima manfaat program MBG.
Pihak SPPG Ambarawa Barat, Tumiran, mengatakan pemasangan biotek merupakan kelanjutan dari berbagai upaya yang sebelumnya telah dilakukan dalam mendukung pengelolaan limbah secara berkelanjutan.
Menurut dia, sebelum pemasangan biotek dilakukan, SPPG Ambarawa Barat telah membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang digunakan untuk mengolah limbah cair hasil aktivitas dapur.
“Sejak awal kami berupaya agar operasional SPPG tidak hanya fokus pada pelayanan pemenuhan gizi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan. Karena itu kami telah membangun IPAL dan sekarang diperkuat dengan pemasangan biotek agar pengelolaan limbah dapat berjalan lebih optimal,” ujar Tumiran saat ditemui di SPPG Ambarawa Barat, Sabtu (7/6/2026).
Ia menjelaskan, IPAL yang telah dibangun berfungsi mengolah limbah cair yang berasal dari kegiatan pencucian bahan makanan, peralatan memasak, perlengkapan makan, hingga aktivitas sanitasi lainnya yang berlangsung di area dapur.
Melalui sistem tersebut, limbah cair terlebih dahulu melalui beberapa tahapan pengolahan sebelum dialirkan ke saluran pembuangan, sehingga dapat membantu menekan risiko pencemaran lingkungan.
Sementara itu, pemasangan biotek dilakukan sebagai penguatan terhadap sistem pengolahan limbah yang telah ada.
Biotek bekerja dengan memanfaatkan proses biologis yang membantu menguraikan kandungan limbah organik sehingga dapat mengurangi potensi pencemaran terhadap lingkungan sekitar.
“Fungsi utama biotek ini adalah membantu proses penguraian limbah organik sehingga kualitas limbah yang dihasilkan menjadi lebih baik dan lebih aman terhadap lingkungan. Selain itu juga membantu mengurangi potensi bau serta menjaga kualitas sanitasi di sekitar area operasional,” kata Tumiran.
Menurutnya, pengelolaan limbah yang baik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Selain memastikan makanan yang diproduksi memenuhi standar keamanan dan kualitas gizi, pengelola dapur juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan di sekitar lokasi operasional.
Tumiran menilai keberadaan biotek akan mendukung kinerja IPAL yang telah lebih dahulu beroperasi sehingga proses pengolahan limbah dapat berlangsung lebih efektif.
Dengan demikian, potensi pencemaran terhadap tanah, saluran air maupun lingkungan sekitar dapat diminimalisir.
“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan secara bertanggung jawab, mulai dari pengolahan bahan makanan hingga pengelolaan limbahnya. Ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Pringsewu,” ujarnya.
Pemasangan biotek tersebut juga menjadi bagian dari komitmen SPPG Ambarawa Barat dalam menerapkan sistem operasional yang memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan, dan keberlanjutan lingkungan seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang terus berjalan di wilayah Kabupaten Pringsewu. (Vit )








