Jakarta – Jerry Massie, Direktur Eksekutif Political and Policy Public Studies (P3S), menilai anggapan bahwa Jokowi dapat membajak kader-kader PDIP merupakan pandangan yang keliru.
“Saya kira salah besar jika Jokowi akan membajak kader-kader PDIP. Dia lupa siapa dirinya dan bagaimana latar belakang politiknya. Jokowi ada karena peran Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri,” kata Jerry saat memberikan keterangan pada wartawan 17/6.
Menurutnya, hubungan Jokowi dengan PDIP saat ini diwarnai konflik politik yang terbuka. Ia menilai langkah Jokowi yang berseberangan dengan PDIP merupakan kesalahan besar.
“Jokowi secara vulgar melakukan perang politik dengan PDIP. Ini kesalahan fatal karena kekuatan PDIP masih jauh lebih besar dibanding PSI yang merupakan partai kecil,” ujarnya.
Jerry juga menyinggung hasil survei yang menunjukkan elektabilitas PSI masih berada di bawah ambang batas parlemen.
“Sejumlah survei tahun ini menunjukkan PSI hanya meraih sekitar 1,2 persen, masih jauh dari parliamentary threshold sebesar 4 persen,” katanya.
Ia menilai militansi pemilih PDIP menjadi faktor yang membuat kader maupun basis suara partai tersebut sulit dipengaruhi.
“Saya pikir Jokowi akan memainkan politik uang dan pembagian sembako. Namun harus diingat, militansi pemilih PDIP sulit digoyahkan dan PSI tidak memiliki basis pemilih tetap yang kuat,” ucapnya.
Jerry menegaskan bahwa Jokowi sebaiknya fokus membesarkan PSI dan tidak berupaya menarik kader PDIP.
“Jokowi sudah dipecat PDIP. Karena itu, fokus saja di PSI dengan mengedepankan politik yang etis. Jangan mencoba membajak kader-kader PDIP. Akan sulit bagi kader PDIP untuk menyeberang ke PSI,” katanya.
Ia juga menilai langkah tersebut dapat dipandang sebagai bentuk pengkhianatan terhadap Megawati Soekarnoputri.
“Saya kira ini merupakan pengkhianatan Jokowi terhadap Megawati. Jokowi lupa bahwa ia sedang bermain api dengan partai besar seperti PDIP,” pungkasnya.














