Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Aktivis 98 : Gerakan Mahasiswa Saat Ini Aneh Dan Anomali

IMG 20260616 WA0041 scaled

Jakarta- Aktivis 1998 Ikhyar Velayati menilai sebagian aksi mahasiswa yang belakangan berlangsung di sejumlah daerah menunjukkan fenomena yang tidak lazim dibandingkan karakter gerakan mahasiswa pada umumnya.

Menurut Ikhyar, aksi mahasiswa secara historis identik dengan perjuangan membela kepentingan rakyat dan mengkritisi kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat. Namun, ia menilai sejumlah tuntutan yang muncul dalam demonstrasi belakangan justru menolak kebijakan pemerintah yang dinilai berpihak kepada masyarakat kecil.

 

“Gerakan mahasiswa saat ini agak aneh dan cenderung anomali. Biasanya gerakan rakyat atau aksi mahasiswa membela kebutuhan objektif rakyat. Namun sekarang ada yang menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG), menolak kebijakan Devisa Hasil Ekspor yang wajib disimpan di dalam negeri, padahal kebijakan tersebut berpotensi memperkuat ekonomi nasional. Pemerintah juga sedang memberantas mafia sawit yang merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah. Kebijakan-kebijakan seperti ini justru mendapat penolakan dari sebagian kelompok mahasiswa,” kata Ikhyar, Senin (15/6/2026).

BACA JUGA:  BKN Didesak Tak Intervensi Soal Mutasi 19 ASN di Bandung Barat

 

Pria yang akrab disapa Bung Kesper itu mengaku mencurigai adanya kepentingan kelompok tertentu yang menunggangi sebagian aksi yang terjadi belakangan ini.

 

“Jika melihat sejumlah tuntutan yang justru berpotensi menguntungkan segelintir elite, saya curiga ada oligarki yang selama ini menikmati sistem ekonomi korup dan memiliki hubungan dengan oligarki internasional yang bermain di belakang layar,” ujarnya.

 

Ikhyar juga menyoroti peristiwa pembubaran forum diskusi publik di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Menurutnya, tindakan tersebut bertolak belakang dengan tradisi gerakan mahasiswa yang selama ini dikenal menjunjung kebebasan berpikir dan kebebasan berdiskusi.

 

” Biasanya yang membubarkan forum diskusi adalah pihak yang sedang berkuasa. Namun kali ini justru mahasiswa yang membubarkan kegiatan diskusi. Ini menjadi fenomena yang patut dicermati karena menunjukkan adanya pergeseran dalam kultur gerakan mahasiswa,” katanya.

BACA JUGA:  Tudingan Para Purnawirawan yang Sudutkan Aparat Keamanan Justru Lebay, Ini Kata Rampai Nusantara

 

Seperti diketahui, ratusan mahasiswa membubarkan forum diskusi publik yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (15/6/2026) malam. Kegiatan tersebut menghadirkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

 

Aksi pembubaran berujung ricuh setelah massa merangsek ke atas panggung dan menghentikan jalannya diskusi sebelum acara selesai. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara maupun perwakilan mahasiswa terkait insiden tersebut.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *