Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Klarifikasi Lengkap M. Rizki Nurohman: Bantah Tuduhan Sebagai Bandar Narkoba dan Pengelola Hiburan Malam

IMG 20260627 WA0010
Anggota DPRD Kabupaten Brebes dari Fraksi PDI Perjuangan daerah pemilihan Kecamatan Bantarkawung, M. Rizki Nurohman.(Foto dok hariandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES – Menanggapi maraknya unggahan di media sosial yang menuding dirinya terlibat dalam peredaran dan penyalahgunaan narkoba hingga disebut sebagai bandar narkoba, Anggota DPRD Kabupaten Brebes dari Fraksi PDI Perjuangan daerah pemilihan Kecamatan Bantarkawung, M. Rizki Nurohman, akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi tegas kepada awak media, Sabtu (27/6/2026). Ia menegaskan seluruh isu yang beredar adalah fitnah dan berita bohong yang sama sekali tidak memiliki dasar kebenaran.

Secara tegas, Rizki menolak segala tuduhan yang mengaitkan namanya dengan perkara narkoba. Ia menjelaskan, asal-usul berita keliru itu bermula dari pemberitaan mengenai penangkapan yang berlangsung pada 5 hingga malam 6 Juni lalu di wilayah Kota Tegal. Tanpa verifikasi yang cukup, pihak-pihak tertentu secara sepihak dan tidak bertanggung jawab kemudian menyeret namanya ke dalam peristiwa tersebut.

“Saya tegaskan kepada rekan-rekan wartawan: tuduhan bahwa saya menggunakan atau mengedarkan narkoba itu tidak benar. Semuanya fitnah dan hoaks. Saya sama sekali tidak mengenal siapa orang yang sebenarnya ditangkap malam itu. Yang pasti, orang itu bukan saya,” tegas Rizki di hadapan para pers.

Untuk membuktikan ketidakbersalahannya, Rizki menguraikan kronologi keberadaannya pada saat kejadian. Menurut keterangannya, sepanjang tanggal 5 Juni sore hingga malam hari tanggal 6, ia berada di kediamannya dan sedang sibuk serta bersiap-siap melangsungkan pernikahan.

“Saat sore tanggal 5 sampai malam tanggal 6 Juni, saya sepenuhnya berada di rumah mempersiapkan acara pernikahan. Malam itu pula saya mulai menerima telepon dari teman-teman yang bertanya terkait kabar simpang siur itu. Saya jawab dengan jelas: ‘Saya ada di rumah, sedang persiapan pesta, bahkan saat itu sudah mengenakan busana pengantin’. Saya sangat terkejut bagaimana nama saya bisa terseret, padahal saat itu saya jelas-jelas ada di rumah bersama istri saya,” urainya.

Awalnya, politisi muda ini tidak terlalu mempedulikan isu tersebut karena fokusnya sepenuhnya tercurah pada acara pribadi. Namun, seiring berjalannya waktu, pemberitaan keliru itu makin luas berkembang dan mulai merugikan nama baiknya, sehingga ia merasa wajib meluruskan fakta kepada publik. “Silakan pihak berwenang maupun masyarakat menelusuri siapa pelaku yang sebenarnya ditangkap. Yang pasti, itu bukan saya,” tambahnya.

BACA JUGA:  Bupati Aceh Barat Pimpin Upacara HUT RI Ke-77 Tahun 2022

Terkait tuduhan yang jauh lebih berat—bahwa ia disebut sebagai bandar narkoba yang jaringannya beroperasi hingga ke Jakarta—Rizki menilai hal itu sangat mengada-ada dan tidak masuk akal. Sebagai argumen pendukung, ia menyebutkan bahwa dirinya masih aktif berlatih dan berstatus resmi sebagai atlet. Menurutnya, kondisi fisik serta prestasi yang terjaga hingga kini mustahil dimiliki oleh orang yang terlibat barang terlarang.

“Dibilang bandar narkoba sampai jangkauannya ke Jakarta? Itu bohong besar. Coba lihat fakta nyatanya: saya masih rutin berlatih dan tercatat sebagai atlet aktif. Kalau benar saya pemakai atau pengedar, sudah pasti pihak kepolisian sejak lama mengetahui dan saya sudah tertangkap. Berita yang tersebar ini sama sekali tidak berdasar,” ucapnya dengan nada tegas.

Rizki juga mengungkapkan dampak nyata yang mulai dirasakan akibat penyebaran fitnah tersebut, yang kini sudah mengganggu privasi hingga keamanan pribadinya. Akun media sosialnya menjadi sasaran gangguan; akun Instagramnya tiba-tiba terputus aksesnya secara sepihak, dan saat berusaha masuk kembali muncul permintaan pembuatan kata sandi baru serta kode verifikasi yang tidak pernah ia minta. Selain itu, ia kerap menerima panggilan masuk dari nomor tidak dikenal yang diduga berniat jahat atau sekadar bertujuan memancing keributan.

“Akun Instagram saya tiba-tiba keluar sendiri dari sistem. Saat mencoba masuk kembali, diminta pengaturan ulang sandi serta ada permintaan kode verifikasi yang mencurigakan. Saya tidak ingin langsung berprasangka buruk, namun kejadian ini jelas menunjukkan adanya pihak yang berusaha mengganggu dan merusak,” paparnya.

Selain isu narkoba, beredar pula kabar yang mengaitkan Rizki dengan kepemilikan sekaligus pengelolaan tempat hiburan malam di wilayah Kota Tegal. Menyikapi hal ini, ia memberikan penjelasan rinci mengenai asal-usul serta pengelolaan aset dan usahanya.

“Tanah yang saya miliki di wilayah Tegal adalah aset lama dan milik pribadi semata. Lokasi tersebut sudah lama diserahkan pengelolaannya kepada pihak lain, dan saya sama sekali tidak mencampuri bentuk usaha apa pun yang dijalankan di atasnya. Saya baru saja mulai menjabat sebagai anggota dewan; dari mana mungkin saya memiliki dana sebesar itu untuk bisnis gelap? Itu semua omong kosong belaka. Jika pengelola yang bertanggung jawab di sana membuka usaha apa pun, itu sepenuhnya urusan mereka, bukan urusan saya. Jangan sembarangan mengaitkan nama saya,” bantahnya.

BACA JUGA:  Bupati Simalungun Himbau ASN dan Tenaga Honor Agar Disiplin Profesional Dalam Bekerja

Ia juga menyoroti pesan-pesan berisi tuduhan serupa yang beredar luas lewat layanan pesan singkat. Rizki mengaku sangat kecewa dan terkejut mengetahui ada pihak yang sengaja merancang serta menyebarkan narasi fitnah seburuk itu.

“Saya sungguh kaget, bagaimana ada orang yang tega membuat dan menyebarkan fitnahan semacam ini? Bagi siapa saja yang dengan sengaja menyebarkan berita bohong itu, saran saya: bersihkanlah hati dan juga cara berpikir,” ujarnya dengan nada kesal.

Di penutup pernyataan persnya, Rizki menyampaikan pesan tegas kepada siapa saja yang terlibat dalam penyebaran berita tidak benar tersebut. Ia mengingatkan agar setiap orang berusaha mencari nafkah maupun perhatian melalui jalan yang halal, benar, dan tidak merugikan pihak lain. Ia pun menegaskan kembali bahwa tidak ada manusia yang kebal terhadap hukum.

“Saya berpesan kepada pihak yang memfitnah: jika ingin mencari keuntungan atau sekadar perhatian publik, carilah jalan yang baik dan sah. Ingatlah, di dunia ini tidak ada siapa pun yang paling kuat atau paling berkuasa sendirian. Jangan sampai kalian berusaha melawan orang yang berniat baik. Saya juga bagian dari keluarga yang mengajarkan dan menjalani hidup sesuai aturan yang benar,” tegasnya.

Melalui klarifikasi ini, Rizki berharap persepsi keliru di masyarakat dapat segera diluruskan serta nama baiknya yang sempat ternoda dapat dikembalikan. Ia juga berkomitmen untuk tetap fokus menjalankan amanah sebagai wakil rakyat dan mengabdi sepenuhnya bagi warga Kecamatan Bantarkawung serta seluruh Kabupaten Brebes, tanpa membiarkan dirinya terganggu oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab.

“Saya percaya masyarakat Brebes kini semakin cerdas dan berpikiran maju. Oleh karena itu, saya yakin warga mampu memilah dan membedakan dengan jelas mana informasi yang benar dan mana yang sekadar berita bohong atau hoaks,” pungkasnya.

 

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *