Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Hujan Abu Vulkanik Anak Krakatau Masuk Brebes, Siswa SMPN Larangan 4 Terpantau Terganggu

IMG 20260908 145720
Tenaga kependidikan membersihkan abu vulkanik yang menumpuk di lantai ruang kelas SMPN Larangan 4, Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Brebes, Selasa 8/9/2026.(Foto Istimewa) 

BREBES — Abu vulkanik akibat letusan Anak Gunung Krakatau telah mencapai wilayah Brebes bagian tengah. Sebaran abu yang melintas tersebut mulai mengganggu aktivitas warga, terutama para pelajar yang sangat membutuhkan pelindung pernapasan berupa masker.

Salah satu wilayah yang terdampak adalah Desa Wlahar, Kecamatan Larangan. Di desa ini, sebaran abu vulkanik mengganggu kegiatan belajar mengajar di SMPN Larangan 4. Abu vulkanik diketahui mulai masuk ke lingkungan sekolah pada Selasa (8/9) pagi.

Kepala SMPN Larangan 4, Murniasih, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan abu berwarna putih pekat itu mengotori lantai, mebel, hingga kaca bangunan sekolah. Gangguan tidak hanya pada fasilitas, tetapi juga dirasakan langsung oleh para siswa.

“Abu ini kotorannya beda dengan debu biasa. Warnanya putih dan lumayan pekat, menempel di lantai, kaca, termasuk mebel. Tiap kali dibersihkan, 15 menit kemudian kotor lagi. Siswa juga terganggu — matanya seperti kekilipan dan hidungnya tidak nyaman,” ungkap Murniasih.

BACA JUGA:  Pj Bupati Aceh Besar Apresiasi Program Rehabilitasi Narkoba Bagi Narapidana

Meski terdampak, aktivitas belajar tetap berjalan. Kepala sekolah menilai intensitas hujan abu belum memerlukan penutupan atau peliburan siswa. Namun, upaya perlindungan tetap dilakukan.

“Belum perlu diliburkan. Kita bisa atasi dengan masker. Saya sudah minta bantuan ke Dinkes, bahkan saya beli sendiri untuk dibagikan ke siswa,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Brebes, Sutaryono, juga membenarkan adanya hujan abu di Desa Wlahar yang mengganggu kegiatan belajar di SMPN Larangan 4. Pemerintah daerah sedang berupaya mendistribusikan bantuan masker untuk melindungi siswa dan guru.

BACA JUGA:  Drilling Dihentikan dan Minyak Dibuang, Perekonomian Warga Alur Canang Mati

“Dinkes sudah diminta untuk membantu menyediakan masker agar kegiatan belajar tetap berjalan. Belum perlu diliburkan,” tegas Sutaryono.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Larangan, dr. Tambah Rahadjo, mengingatkan bahwa abu vulkanik dapat menimbulkan dampak pada sistem pernapasan. Warga maupun sekolah yang membutuhkan perlindungan sudah mulai dibagikan masker.

“Kami sudah bagikan masker. Namun jika ada yang mengalami gangguan pernapasan, dianjurkan segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau Puskesmas Pembantu terdekat,” imbau dr. Tambah Rahadjo.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *