BANDA ACEH – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, Iman Murahman, mengatakan, sebanyak 1,1 juta anak usia 0-12 tahun di wilayah provinsi Aceh telah mendapatkan dosis kedua imunisasi polio, dalam pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio, Sabtu (25/2/2023).
“Saat ini sudah 1.118.431 anak usia 0 sampai 12 tahun yang sudah diteteskan polio putaran kedua ini,” kata Iman.
Iman menjelaskan, pihaknya menargetkan 1.217.939 anak Aceh telah mendapat imunisasi polio dosis kedua, dengan tujuan melindungi anak dari penyakit lumpuh layu.
Dari target tersebut, sudah terealisasi saat ini mencapai 91,8 persen.
Lanjut iman, Petugas kesehatan yang turun ke lapangan masih terus melaksanakan penetesan imunisasi polio dosis kedua kepada anak, hingga batas waktu akhir Februari 2023, dengan target bisa mencapai 95 persen.
“Target awal sampai akhir Februari 2023 bisa mencapai 95 persen,” kata Iman.
Data pertanggal 24 Februari, hanya 10 kabupaten/kota dengan capaian di bawah 95 persen, yaitu Banda Aceh 73,9 persen, Simeulue 74,9 persen dan Aceh Besar 75,75 persen, Lhokseumawe 83,6 persen, Aceh Selatan 89,2 persen, Nagan Raya 90,4 persen, Aceh Utara 91,1 persen, Pidie 92,7 persen, Pidie Jaya 93,5 persen dan Sabang 93,5 persen.
Sedangkan kabupaten/kota lain sudah mencapai di atas 95 persen, bahkan tiga di antaranya sudah di atas 100 persen, seperti Aceh Singkil 100,2 persen, Gayo Lues 100,7 persen dan Bener Meriah 102,7 persen.
Iman menjelaskan, kendala di lapangan yaitu masih ada orang tua yang tidak menerima anaknya untuk imunisasi polio, sehingga perlu adanya sosialisasi dan edukasi dari pihaknya agar orang tua mengetahui pentingnya imunisasi polio untuk mencegah anak dari penyakit lumpuh layu.
Kendala lain, seperti bencana banjir juga mempengaruhi lambatnya realisasi imunisasi polio dosis kedua di Aceh. Diantaranya Kabupaten Pidie yang banjir pada akhir Januari lalu, sehingga pelaksanaan Sub PIN polio jadi tertunda, di karenakan banyak anak tidak sekolah.
“Paling satu dua daerah kondisi di luar prediksi seperti hujan, banjir sehingga banyak anak-anak tidak sekolah,” kata Iman.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan Sub PIN polio di Aceh sebagai tanggapan dari Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus polio di Aceh, menyusul ditemukan kasus polio di Kabupaten Pidie pada tahun lalu.














