Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

C‎DOB Peureulak Raya: Ikhtiar Melanjutkan Warisan Agung Kesulthanan Peureulak

IMG 20260617 005439
Pemuda Peureulak, Radja Muhammad Husen (25) dengan latar belakang Deklarasi CDOB Kabupaten Peureulak Raya di Monumen Islam Asia Tenggara (MONISA), Gampong Bandrong. (Foto:hariandaerah.com/Dok.Ist).

ACEH TIMUR – Perjuangan pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Peureulak Raya kembali memasuki babak baru. Sejumlah tokoh dan perwakilan masyarakat dari 10 desa di Kecamatan Peureulak secara resmi menggelar Deklarasi CDOB Peureulak Raya, Selasa (16/06/2026).

Deklarasi CDOB yang diketuai oleh Fattah Fikri (Bang Tata) dilaksanakan bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dan Haul Sultan Alauddin Sayyid Maulana Abdul Aziz Syah di Monumen Islam Asia Tenggara (MONISA), Gampong Bandrong.

Deklarasi yang dikumandangkan di tanah yang dahulu menjadi saksi lahirnya peradaban Islam di Nusantara dan Asia Tenggara ini merupakan semangat untuk menata masa depan kembali wilayah bekas Kesultanan Peureulak.

Radja Muhammad Husen, seorang pemuda Peureulak menegaskan, perjuangan CDOB Peureulak Raya bukanlah sekadar upaya membentuk daerah administratif baru. Namun, perjuangan ini merupakan ikhtiar untuk menjaga marwah sejarah dan melanjutkan jejak peradaban yang pernah ditorehkan oleh Kesultanan Peureulak.

‎“Peureulak bukan hanya sekadar nama sebuah wilayah. Peureulak adalah identitas, sejarah dan peradaban. Negeri ini pernah menjadi pelita yang menerangi Nusantara dan Asia Tenggara dengan cahaya Islam. Warisan besar itu harus terus hidup dalam denyut pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Radja kepada hariandaerah.com.

BACA JUGA:  Penjabat Gubernur Aceh Lantik Dua Pj Kepala Daerah, Ini Pesannya

Radja menyebutkan, sejarah telah menempatkan Peureulak pada posisi yang istimewa. Sebagai salah satu kerajaan Islam tertua di Asia Tenggara, Kesultanan Peureulak bukan hanya meninggalkan jejak kejayaan masa lalu, tetapi juga mewariskan nilai-nilai keilmuan, perdagangan dan peradaban yang patut dijaga oleh generasi penerus.

“Pembentukan CDOB ini merupakan bagian dari ikhtiar besar untuk menghadirkan pemerataan pembangunan, mempercepat pelayanan publik, serta membuka jalan menuju kemajuan yang lebih merata bagi masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa CDOB Kabupaten Peureulak Raya nantinya akan mencakup 10 kecamatan, yaitu Birem Bayeun, Rantau Selamat, Sungai Raya, Peureulak Timur, Peureulak, Peureulak Barat, Rantau Peureulak, Peunaron, Serbajadi dan Simpang Jernih.

‎“Jika leluhur dahulu membangun peradaban dengan ilmu dan akhlak, maka generasi hari ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkannya melalui pembangunan yang adil dan berkelanjutan. CDOB Peureulak Raya adalah salah satu jalan menuju cita-cita itu,” kata Radja.

‎Menurutnya, sebuah daerah yang besar bukan hanya diukur dari luas wilayahnya, tetapi dari kemampuannya menjaga sejarah dan menghadirkan kesejahteraan bagi rakyatnya. Karena itu, perjuangan CDOB harus dipandang sebagai upaya menghadirkan masa depan yang lebih baik tanpa melupakan akar sejarah.

BACA JUGA:  Wali Kota Langsa Tunjuk Arif Firmansyah Sebagai Plt Direktur dan Dewas PDAM

‎“Pemekaran ini bukan untuk memisahkan sejarah, tetapi justru untuk merawat dan membesarkannya, agar nama besar Peureulak tidak hanya dikenang dalam lembaran sejarah, melainkan juga hadir dalam kemajuan zaman,” tegas Radja.

Pemuda yang lahir di Alue Bu Jalan, Kecamatan Peureulak Barat pada 25 tahun lalu ini lantas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan bersama-sama mengawal perjuangan CDOB secara konstitusional demi terwujudnya Kabupaten Peureulak Raya.

‎Dari tanah Peureulak yang pernah menorehkan jejak peradaban Islam di Nusantara, harapan itu kembali tumbuh. Sebab sejarah tidak pernah meminta untuk dipuja, tetapi untuk dilanjutkan.

Ia pun mengatakan, jika dahulu Peureulak dikenal karena kejayaan peradabannya, maka hari ini kita ingin Peureulak kembali dikenal karena kemajuan, kesejahteraan dan martabat masyarakatnya melalui cita-cita besar bernama Kabupaten Peureulak Raya.

“Semoga perjuangan ini menjadi warisan terbaik bagi generasi penerus sepanjang masa dan mendapat ridha Allah SWT, amin ya rabbal ‘alamin.” ungkap Radja Muhammad Husen.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *