Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Ekonomi Aceh Tamiang Ditopang Oleh Sektor Perikanan dan Pertanian

DPRK Aceh Tamiang
DPRK aceh tamiang, sektor perikanan dan pertanian penopang ekonomi aceh tamiang, Minggu (26/2/2023) (foto: Antara)

ACEH TAMIANG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) kabupaten Aceh Tamiang, Suprianto mengatakan, perekonomian di Aceh Tamiang selama ini ditopang dari dua sektor yakni pertanian dan perikanan, walaupun perkebunan sawit masyarakat dan perusahaan yang cukup luas. Sabtu (25/2/2023).

“Jadi kalau harga sawit turun tidak begitu berpengaruh terhadap masyarakat kita secara umum. Apalagi waktu pandemi COVID-19 pun tidak bisa ditarik ekonomi itu sektor pertanian dan perikanan,” kata Suprianto

Suprianto mengatakan, laut Aceh Tamiang kaya akan hasil perikanan dari tangkapan nelayan. Disamping itu luas tambak ikan dan udang yang produktif semakin bertambah di pesisir tersebut.

Salah usaha yang berjalan di sektor perikanan yaitu Kelompok Budidaya Perikanan (Pokdakan) Mina Jaya Tamiang di wilayah Desa Dagang Setia, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang.

Tambak tradisional dengan luas 8 hektar dijadikan contoh program klaster budidaya udang vaname Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di bawah naungan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee, Aceh Besar.

“Pokdakan ini sudah pernah panen dan berhasil. Tahun ini lanjut (tebar benur) lagi tinggal meneruskan saja SOP tambak intensif itu,” tutur Suprianto.

BACA JUGA:  KKP Tangkap Kapal Ilegal Dalam Operasi Patroli Terkoordinasi

Suprianto menambahkan, pada sektor pertanian Aceh Tamiang memiliki lahan sawah yang cukup luas yaitu 6.000 hektare. Meski status sawah tadah hujan namun di beberapa wilayah ada yang bisa bercocok tanam padi tiga kali dalam setahun dengan produksi gabah rata-rata 5-7 ton/hektare.

“Masyarakat di sini bisa tanam padi setahun tiga kali meski tanpa jaringan irigasi. Pengairannya mengandalkan sumur pancang/bor dari bawah tanah dan musim hujan,” ujarnya.

Suprianto berpendapat, sektor pertanian di Aceh Tamiang harus terus dikembangkan dengan memanfaatkan lahan yang kosong menjadi sawah produktif seperti program cetak sawah baru yang dinilai berhasil.

“Jangan sampai petani kita tergiur areal sawah menyusut akibat beralih fungsi jadi kebun kelapa sawit atau perumahan yang dibangun,” ujar Suprianto.

Disinggung soal kinerja Pj Bupati Aceh Tamiang, Meurah Budiman yang baru menjabat dua bulan, Suprianto menilai Pejabat baru tersebut cepat beradaptasi dengan kondisi saat ini.

BACA JUGA:  Bupati Nagan Raya Buka Musyawarah Daerah MPU Priode 2022-2027

“Ada beberapa kali kami (dewan) jalan beriringan dengan Pj Bupati langsung tampak trust (kepercayaan) dan harapan masyarakat tinggi melihat penampilan kepemimpinan Pj Bupati Meurah Budiman,” kata Suprianto.

Awal mula kinerja Meurah Budiman berhadapan dengan persoalan banjir. Kemudian Pj Bupati tersebut berani mengambil kebijakan menutup tanggul sungai yang jebol untuk mengatasi banjir di wilayah hilir.

Tugas seorang pimpinan daerah yaitu menyelesaikan permasalah yang ada dan berani mengambil kebijakan, termasuk menyukseskan pesta demokrasi rakyat serentak 2024 termasuk Pilkada Aceh Tamiang.

Selain itu Pj Bupati juga menjalankan program-program nasional seperti upaya menurunkan angka stunting di daerah.

Beliau juga cekatan dalam menjalankan tugas prioritas lainnya, seperti menekan pokok pokok inflasi dengan meninju langsung ke pasar dan menggelar pasar murah, membangun tanggul sementara dan melanjutkan pembangunan Masjid Agung, pungkasnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *