Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Terkait Dugaan Kasus Penganiayan, Begini Kata Keuchik Gampong Utamong

penganyaan
ILustraai.

ACEH BESAR – Terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Keuchik di Gampong Utamong, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar Pelaku berinisaial Indra mengaku dirinya yang di aniaya oleh salah seorang warga saney.

Hal tersebut diungkapkan oleh Indra melalui via telfon genggamnya saat dikonfirmasi media ini, pada Rabu (10/5/2023) terkait kasus dugaan penganiyaan yang dilakukan olehnya terhadap salah seorang warga Saney, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar pada 29 April 2023 lalu, di warung kopi milik Hananan (45) di Desa Utamong, Lhoong, Aceh Besar.

Menurutnya, motifnya diduga kuat masalahnya selaku kepala desa Gampong Utamong, Kecamatan Lhong, Aceh Besar  tidak memberikan izin lokasi dalam wilayah gampong Utamong untuk pelaksanaan proyek saluran irigasi P3A yang menurutnya ilegal.

“Motifnya diduga kuat masalahnya, saya selaku kepala desa gampong utamong tidak memberikan izin lokasi dalam wilayah gampong utamong pelaksanaan proyek saluran irigasi P3A ILEGAL gampong sanei,” kata Indra selaku Keuchik Gampong Utamong.

Lebih lanjut, Indra menyampaikan, bahwa kejadian sebenarnya, pada 29 April 2023 itu, pihaknya minum kopi di warung milik Hananan (45) di Desa Utamong, untuk minum kopi. setalah sekitar 15 menit, Yusmadi datang untuk minum kopi juga, namun sesampai di warung tersebut, Yusmadi memesan kopi, setelah dipesan kopi, Dia sempat berbicara dengan pemilik warung.

BACA JUGA:  Razia Polres Aceh Besar Berhasil Amankan 150 Kilogram Ganja

“Yusmadi mengatakan, saya hari ini gatal sekali tangan mau membunuh orang, ada anak yang baru gedek sok-sok reman, sambil menatap dengan tajam kepada saya, kemudian saya menghampiri dia lalu saya bertanya kepadanya, apa maksud saudara,” tutur Indra.

“Kemudia Yusmadi mengamuk dan mau memukul saya, kemudian saya membelah diri dengan merangkul lehernya, lalu saya memutar kebelakang untuk mengamankan dia agar tidak terjadi perkelahian, namun dia mengamuk terus hingga dia menggigit tangan saya, pada saat itu saya bertiak minta tolong kepada saudara Hanan (Pemilik Warung) untuk menmanggil warga supaya mengamankan Yusmadi,” ujarnya.

Kemudian Indra menyampaikan, waraga datang untuk mererai dan mereda permasalah tersebut, Setalah itu pihaknya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lhoong, Aceh Besar.

“Tujuan saya melaporkan itu, bukan maksud untuk mempenjarakan dia namun untuk keamanan,” sebutnya.

Dirinya juga telah melapor dugaan penganiayaan ke Polsek Lhoong, Aceh Besar berdasarkan laporan polisi Nomor LP/01/ V/SPKT/Polsek Lhoong/ Polda Aceh/ tanggal 3 Mei 2023 tindak pidana penganiayaan.

laporan polisi
Bukti Laporan Polisi, Indra. (Foto: hariandaerah.com).

Dalam kesempatan tersebut, Indra selaku Keuchik Gampong Utamong, mengharapkan kedepannya tidak ada lagi peraktek peremanisme di wilayahnya agar masyarakat di gampong nya tetap aman.

BACA JUGA:  Pj Ketua PKK Aceh Apresiasi Kebersihan dan Keindahan Sabang, Harap PON XXI Dorong Kunjungan Wisatawan

Sebelumnya diberitakan, Salah seorang oknum Keuchik di Kabupaten Aceh Besar, berinisial IN, diduga melakukan penganiayaan terhadap salah seorang warga Saney, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Kasus tersebut telah dilaporkan kepada Polsek Lhoong, berdasarkan bukti laporan LP .B /02/ v/ sektor Lhoong tanggal 05 Mei 2023.

Bukti Laporan
Bukti Laporan Polisi. Yusmadi (Foto: hariandaerah.com).

Menurut keterangan korban Yusmadi Is (47), kejadian yang terjadi 29 April 2023 itu berawal dari dirinya mendatangi salah satu warung kopi milik Hananan (45) di Desa Utamong, untuk minum kopi. Namun sesampai di warung tersebut, korban memesan kopi, setelah dipesan kopi, korban sempat berbicara dengan pemilik warung.

Sementera Kapolres Aceh Besar, AKBP Carlie Syahputra Bustamam, melalui Kapolsek Lhong, Ipda Nasril Rahmat membenarkan insiden tindak penganianyaan yang terjadi di warung Kopi Hananan, Desa Utamong, yang dilakukan oleh IN. Akibat kejadian tersebut korban melaporkan kejadian itu.

“Dalam perkara itu belum ada kejelasan. Apakah nanti keduabelah berdamai atau tidak, hingga saat ini belum ada kejelasan,” jelas Kapolsek.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *