ACEH UTARA — Pekerjaan peningkatan Jalan Nasional lintas Banda Aceh–Medan di wilayah Aceh Utara mulai terlihat berlangsung di lapangan. Sejumlah alat berat tampak beroperasi di beberapa titik ruas jalan kawasan Bayu–Samudera yang menjadi bagian dari paket pekerjaan tersebut.(9/6/26)
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pengerjaan telah berjalan, meski informasi resmi terkait proyek tersebut belum disampaikan secara terbuka oleh pihak terkait.
Namun hingga saat ini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh belum memberikan keterangan resmi meski konfirmasi telah diajukan oleh wartawan.
Sejumlah pertanyaan yang disampaikan meliputi nilai anggaran proyek, nomor dan tanggal kontrak, jadwal pelaksanaan, serta durasi pekerjaan peningkatan jalan nasional meminta penjelasan mengenai pihak kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas yang terlibat dalam proyek.
Selain itu, konfirmasi turut mencakup aspek teknis pekerjaan, seperti panjang dan lebar ruas jalan yang dikerjakan, spesifikasi konstruksi termasuk ketebalan lapisan sesuai dokumen kontrak, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagai dasar pelaksanaan kegiatan.
Dari sisi pengawasan juga meminta penjelasan terkait mekanisme kontrol mutu di lapangan, baik oleh PPK maupun konsultan pengawas dalam memastikan pekerjaan sesuai standar teknis yang ditetapkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, proyek tersebut disebut dikerjakan dari Bayu Aceh Utara samapai ke Aceh Timur dan memiliki nilai anggaran sekitar Rp200 miliar Namun, hingga kini angka tersebut belum dapat dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang.
Upaya konfirmasi kepada BPJN Aceh melalui PPK wilayah setempat, yakni PPK 1.4 BPJN I Aceh, Ir. Dessy Amalia Farina, ST, MT, juga belum mendapatkan tanggapan. Pesan dan permintaan klarifikasi yang dikirimkan belum direspons hingga berita ini diturunkan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi baik secara tertulis maupun melalui saluran komunikasi lainnya dari pihak PPK terkait proyek tersebut.
Minimnya keterbukaan informasi tersebut membuat sejumlah data teknis dan administratif proyek belum dapat diakses secara publik.
Sementara itu, keterbukaan informasi publik dinilai penting untuk memastikan transparansi penggunaan anggaran negara sekaligus menjamin kualitas pelaksanaan pekerjaan infrastruktur yang sedang berjalan.
Publik berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan resmi agar pelaksanaan peningkatan Jalan Nasional Banda Aceh–Medan di wilayah Aceh Utara hingga Aceh Timur dapat diketahui secara jelas, terbuka, dan akuntabel.(man)








