Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Atap DPRD Pesawaran Ambruk, Pendiri Kabupaten Kritik Pedas: “APBD 1,3 T, Tapi Rehab Kantor Saja Tidak Mampu”

IMG 20250523 WA0074
Tokoh pendiri Kabupaten Pesawaran, Mualim Taher, menunjukkan kerusakan atap Gedung DPRD Pesawaran yang ambruk, didampingi seorang pria, di lokasi kejadian. Tampak bagian atap gedung runtuh dan menjadi tontonan warga serta aparat.

PRINGSEWU – Gedung DPRD seharusnya menjadi simbol kehormatan wakil rakyat. Namun di Kabupaten Pesawaran, justru atap gedung wakil rakyat itu yang runtuh. Insiden ini bukan hanya soal kerusakan fisik bangunan, tetapi juga jadi simbol runtuhnya kepercayaan pada pengelolaan anggaran daerah.

Adalah Mualim Taher, salah satu tokoh pendiri Kabupaten Pesawaran, yang menyuarakan kekecewaannya. Dalam sebuah video berdurasi 1 menit 32 detik yang beredar luas di media sosial, Mualim berdiri di depan gedung yang atapnya rusak parah mengungkapkan kritik keras yang jarang terdengar dari seorang tokoh seangkatannya.

“Sepuluh tahun tidak pernah direhab, ini hancur,” ucapnya, menunjuk pada bagian atap gedung yang tampak sudah lama terabaikan.

Yang menarik, kritik itu tidak hanya berhenti pada kondisi fisik bangunan. Mualim membawa pembicaraan pada isu yang lebih fundamental: soal prioritas anggaran. Ia mempertanyakan bagaimana mungkin APBD sebesar Rp 1,3 triliun tidak mampu menyisihkan sebagian untuk merawat kantor DPRD yang menjadi jantung kegiatan legislatif.

BACA JUGA:  Dishub Bandar Lampung Raih Juara Tiga Lomba Senam Kreasi di Ajang Bandar Lampung Expo 2025

“APBD kita Rp1,3 triliun, masa kantor seperti ini tidak direhab sepuluh tahun. Rakyat Pesawaran besok PSU, satu hari lagi. Hancur dan menderita rakyat Pesawaran. Anggaran pembangunan Rp800 miliar, masak ngerehab ini nggak bisa?” tegas Mualim.

Dalam video tersebut, terlihat pula Sekretaris DPRD Pesawaran, Toto Sumedi, yang mencoba meredakan situasi dengan merangkul Mualim. Namun, kritik itu sudah terlanjur mengalir dan mewakili banyak suara warga yang mempertanyakan arah kebijakan pemerintah daerah.

BACA JUGA:  Bupati Pringsewu Hadiri HLM TPID se-Provinsi Lampung, Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi

Peristiwa ini terjadi menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Pesawaran. Momen yang seharusnya jadi ajang perbaikan demokrasi lokal, justru dibayang-bayangi oleh infrastruktur rapuh dan keresahan publik.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari DPRD maupun Pemkab Pesawaran terkait ambruknya atap gedung dan kritik dari Mualim Taher. Namun publik menunggu, bukan hanya klarifikasi, tapi juga langkah konkret karena bagi mereka, gedung yang roboh hari ini bisa jadi pertanda bahwa sistem yang menopangnya pun rapuh. ( Heru  )

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *