ACEH TAMIANG – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal Kerahkan sebanyak 340 relawan yang terdiri dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Mahasiswa dan sejumlah Yayasan untuk membantu korban dampak Banjir di Aceh Tamiang.
“Tadi kita sudah selesai membersihkan beberapa Mesjid dengan berbagai ukuran dan ada juga yang cukup tinggi. Alhamdulillah sore tadi saya lihat sudah selesai dan bersih,” ujar Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Sabtu (20/12/2025) di Posko Jurnalis Peduli Bencana Aceh Tamiang.
Bunda Illiza sebutan akrab Wali Kota Banda Aceh menjelaskan dari 340 relawan menyasar di sejumlah kampung untuk menyalurkan berbagai bantuan berupa makanan seperti susu, roti serta kebutuhan bayi.
“Kita juga menurunkan alat berat untuk membantu masyarakat pembersihan serta menyuplai air bersih. Masyarakat juga diajarkan untuk mengolah air jadi sekitar 20 liter itu air yang bisa langsung diminum dengan pengolahan yang sangat sederhana penggunaan kimia yang sederhana diajarkan oleh PDAM,” terangnya
Dengan menggandeng relawan yang dari Pemerintah Kota Banda Aceh sebanyak 340 juga berkolaborasi dengan yayasan Bakmi Jack anggota DPR RI.
“Tim relawan bukan hanya memberikan sembako juga membantu membuka akses agar masyarakat setidaknya dapat masuk ke rumah-rumah itu juga sangat penting,” sebutnya.
Sejak Jumat (19/12/2025) tiba di Aceh Tamiang, Bunda Illiza mengaku sangat prihatin dengan kondisi para korban banjir dengan alas tidur terpal tipis di sepanjang jembatan.
“Kalau hujan terus bisa masuk ke dalam tenda, ini rawan penyakit. Nah mungkin perlu diidentifikasi,” sarannya
Menurutnya mereka yang memang betul-betul tidak punya rumah, di mana mereka harus tinggal selama belum ada hunian yang layak.
“Ya setidaknya ada tenda yang disiapkan, maaf ya, yang lebih manusiawi gitu, apalagi menyangkut kebutuhan biologis,” ujar Illiza.
Relawan juga mendapatkan keluhan dari masyarakat menyampaikan kebutuhan banyak yang spesifik. Berbagai bantuan juga mulai tampak berdatangan.
“Kami juga membawa sepatu bot, cangkul, truk untuk kebersihan juga sangat dibutuhkan masyarakat sekarang. Tadi ada juga yang saya lihat ada terkena paku saat jalan karena enggak ada sepatu. Nah ini kalau ada bantuan juga hal-hal seperti ini lebih baik juga karena mereka sudah mulai pulang ke rumah untuk bersih-bersih,” jelas illiza.
Illiza juga berharap listrik PLN segera bisa dihidupkan segera sehingga masyarakat bukan hanya bekerja di siang hari sampai sore hari tapi sampai malam hari sehingga juga ini bisa meminimalisir kerawanan persoalan-persoalan yang kita tidak harapkan.
“Kalau ada bantuan yang bisa masuk sampai malam hari ini lebih efektif kami misalnya datang ke sini kalau terang benderang kan kami juga bisa langsung masuk ke kampung-kampung kalau di malam hari tapi dengan kondisi seperti ini kita juga enggak berani, dan sangat rawan,” ungkap Illiza.
Ditambahkan Illiza bahwa kebutuhan listrik sangat penting karena masyarakat lagi sangat butuh. Dengan adanya listrik mungkin hal-hal lain juga bisa memudahkan mereka masak pakai blender, mencuci pakai lebih steril.
“Kondisi saat ini semua sama posisinya, yang kaya dan yang miskin dengan situasi krisis yang sama,” pungkas Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.









