KOTA LANGSA – Memasuki bulan puasa Ramadhan 1447 Hijriyah, Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk sekolah-sekolah dibawah Cabang Dinas (Cabang) Wilayah Kota Langsa akan menggunakan makanan yang di produksi oleh SMKN 3 Kota Langsa.
Hal tersebut telah disepakati dalam rapat koordinasi bersama antara Cabdin Kota Langsa dengan Korwil SPPG/MBG Kota Langsa di ruang rapat guru SMKN 3 Langsa, Sabtu (21/02/2026).
Rapat dihadiri Plt. Kacabdin Kota Langsa, Salamuddin S.Pd M.Pd, Korwil SPPG/MBG Kota Langsa Putri Balqis, Kasi Peningkatan Mutu Siswa Cabdin Langsa, Muzakkir SE, Penanggung jawab MBG SMA/SMK/SLB Cabdin Langsa, Aulia Rahman, seluruh Kepala SMA/SMK/SLB dan Penanggung Jawab masing-masing sekolah, serta seluruh SPPG dalam Kota Langsa.
Plt. Kacabdin Kota Langsa, Salamuddin S.Pd M.Pd menyampaikan, bahwa kebijakan ini diambil sesuai dengan surat edaran Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang meminta untuk mengutamakan dan memberdayakan UMKM lokal di daerah.
“Sehingga kita sepakati, khusus sekolah dibawah Cabang Dinas Wilayah Kota Langsa, untuk MBG digunakan makanan hasil produksi SMKN 3 Kota Langsa,” ucap Salamuddin kepada hariandaerah.com.
Salamuddin menjelaskan, bahwa dalam rapat koordinasi tersebut dibahas bagaimana pola distribusi MBG selama bulan Ramadhan dikarenakan mulai Senin, 23 Februari 2026 sekolah sudah mulai aktif kembali.
“Jadi sebelum itu, kita membuat rapat dan diskusi dengan pihak terkait karena MBG tetap harus berjalan dan tidak menggangu suasana bulan puasa Ramadhan,” terangnya.
Lebih lanjut Salamuddin mengatakan, rapat koordinasi ini dilaksanakan sesuai dengan surat edaran Gubernur Aceh dan juga surat edaran Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU).
Rapat koordinasi bersama telah menghasilkan kesepakatan yang bagus dan dampaknya bagi dunia pendidikan, khususnya SMK, dimana SPPG Kota Langsa untuk MBG harus mengambil makanan, terutama kue kering atau roti dari dapur produksi SMKN 3 Kota Langsa.
“Permintaan ini disahuti oleh Korwil SPPG/MBG Kota Langsa. Ini juga anjuran dari Gubernur Aceh untuk mengutamakan kemitraan lokal dan kearifan lokal dalam pengadaan makanan MBG upaya memberdayakan UMKM di daerah,” tegas Salamuddin.
Ia menambahkan, salah satu UMKM lokal atau daerah di Kota Langsa yang fokus memproduksi makanan adalah jurusan Tata Boga di SMKN 3 Kota Langsa.
“Pemberdayaan UMKM lokal di Langsa, khususnya SMKN 3 jurusan Tata Boga yang fokus produksi makanan adalah satu hal yang sangat menarik, sehingga harus disepakati bersama,” ujarnya.
Kemudian diharapkan, MBG yang menggunakan makanan dari produksi SMKN 3 Langsa ini tidak hanya selama bulan Ramadhan, namun kedepannya dapat digunakan di hari biasa sehingga dapat lebih pemberdayaan UMKM lokal khususnya dunia pendidikan.
“Mudah-mudahan makanan dari SMKN 3 Langsa ini dapat digunakan seterusnya setelah bulan Ramadhan, karena Gubernur Aceh dalam edarannya kan lebih mengutamakan pemberdayaan UMKM lokal,” harap Salamuddin.
Plt Kacabdin Wilayah Kota Langsa ini juga mengatakan, SMKN 3 Langsa sudah ada BLUD yang mengelola produksi di sekolah, sehingga kerjasama dengan SPPG atau MBG ini dapat meningkatkan pendapatan BLUD di SMKN 3 Langsa.
“Untuk menghidupkan BLUD di sekolah menjadi tanggungjawab kita bersama. Pihak sekolah, masyarakat dan pelaku usaha sangat berperan untuk meningkatkan BLUD. Begitu juga para siswa akan lebih aktif meningkatkan produksi makanan disekolahnya,” sebutnya.
Adapun untuk mekanisme distribusi MBG selama puasa Ramadhan bagi SMA dan SMK dilaksanakan sore hari dari pukul 15.00 WIB s/d selesai.
“Sedangkan distribusinya dilaksanakan dalam 2 hari sekali, tidak setiap hari dengan kapasitas tetap 2 porsi untuk masing-masing siswa. Kecuali bagi sekolah SLB disalurkan pagi hari,” ungkap Salamuddin.














