JAKARTA – Indonesia mencatat total sebanyak enam kasus COVID-19 dengan infeksi subvarian baru Omicron XBB.1.5 atau varian Kraken.
Kementerian Kesehatan RI melalui juru bicara Kemenkes RI dr Mohammad Syahril melaporkan, seluruh pasien Kraken tersebut bergejala ringan. Beberapa di antaranya tidak mengalami gejala sedikit pun.
“Walaupun beberapa negara ada kenaikan kasus subvarian baru Kraken, tapi Alhamdulillah sejak Desember kita ada 1 pasien kemudian Januari 5 pasien jadi total saat ini ada 6 pasien,” kata Syahril.
Lanjut Syahril, jadi ada enam pasien. Yang tidak bergejala dua (pasien), yang bergejala ringan ada 4 orang. Domisilinya itu ada di banten dan satu di Kalimantan Timur, kemudian yang 4 ada di DKI Jakarta.
Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus spesialis paru dr Erlina Burhan, SpP(K) menjelaskan, varian Kraken merupakan varian Corona yang sangat mudah tertular. Hal itu sesuai dengan pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
“Salah satu ciri – ciri dari virus ini (Omicron Kraken) adalah sangat mudah menular, jauh lebih mudah dibandingkan dengan varian yang sebelumnya,” kata Erlina.
Lanjut Erina, tapi gejala atau keluhannya memang ringan saja, bahkan sebagian besar tidak ada keluhan.
Subvarian Omicron XBB.1.5 memiliki banyak kemiripan dengan Omicron induk, sehingga banyak dari gejalanya seperti tenggorokan gatal, Nyeri punggung bawah, Hidung meler/tersumbat, sakit kepala, kelelahan, bersin, keringat malam dan pegal-pegal.














