Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

‎Dari Pulau ke Ring, Petinju Simeulue Siap Guncang Pra Pora 2025

‎‎"Kami datang bukan hanya untuk bertanding, tapi untuk membuktikan bahwa Simeulue memiliki petinju muda yang berbakat dan siap bersaing secara sportif," ujar Johan Jalla.

IMG 20250707 WA0009
Atlit Tinju Asal Kabupaten Simeulue (Sudut Biru). (Foto: hariandaerah.com/Herlin).

BANDA ACEH – Semangat tinggi terpancar dari wajah para atlet muda asal Kabupaten Simeulue saat mereka resmi ambil bagian dalam ajang Pra Pekan Olahraga Aceh (Pra Pora) IV Tahun 2025. Kegiatan yang dipusatkan di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, ini resmi dimulai pada Senin (7/7/2025), menjadi panggung awal bagi kontingen tinju Simeulue untuk unjuk kemampuan demi tiket menuju Pora 2026.

‎Keikutsertaan Simeulue bukan sekadar meramaikan kompetisi, tetapi juga menjadi penegasan bahwa daerah kepulauan di ujung barat Aceh ini memiliki potensi besar di cabang olahraga tinju. Dengan persiapan yang matang dan semangat juang tinggi, para atlet muda membawa harapan besar untuk mengharumkan nama daerah.

‎Ketua rombongan sekaligus pelatih tim, M. Johan Jalla, menyampaikan rasa bangganya terhadap para atlet binaannya. Ia menyebut Pra Pora sebagai momentum penting bagi petinju muda Simeulue untuk menunjukkan kapasitas mereka di kancah provinsi.

‎”Kami datang bukan hanya untuk bertanding, tapi untuk membuktikan bahwa Simeulue memiliki petinju muda yang berbakat dan siap bersaing secara sportif,” ujar Johan Jalla saat ditemui di lokasi pertandingan, Senin (7/7/2025).

‎Johan menambahkan, para atlet telah menjalani latihan intensif selama beberapa bulan terakhir. Dengan bimbingan pelatih berpengalaman serta dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat, tim tinju Simeulue hadir dengan motivasi tinggi.

‎Pra Pora IV 2025 menjadi ajang seleksi penting bagi atlet dari seluruh Aceh untuk merebut tiket menuju Pekan Olahraga Aceh (Pora) 2026. Persaingan dipastikan berlangsung ketat, namun semangat dan tekad para petinju muda Simeulue diyakini menjadi modal utama yang tak bisa dipandang sebelah mata.

‎”Kami optimis. Ini bukan hanya soal medali, tapi tentang harga diri dan semangat daerah kepulauan yang ingin bersuara lebih keras di panggung olahraga Aceh,” pungkas Johan.

BACA JUGA:  Brigjen Marzuki Ali Basyah Resmi Terima Pataka “Machdum Sakti” dari Irjen Achmad Kartiko

Penulis

BACA JUGA:  Penindakan Tambang Ilegal di Pidie sesuai Prodesur, Beroperasi 45 Meter di Luar IUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *