Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Di Bawah Kepemimpinan Bupati Paramitha, Brebes Raih Penghargaan Kompas TV Atas Kepedulian pada UMKM dan Potensi Lokal

IMG 20260910 155530
Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma menerima penghargaan “Apresiasi Daerah Peduli Pengembangan UMKM dan Potensi Sumber Daya Lokal” dalam rangka HUT ke-15 Kompas TV di Jakarta, Rabu 9/9/2026.(Foto Istimewa)

BREBES — Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta potensi sumber daya lokal Kabupaten Brebes meraih pengakuan di tingkat nasional. Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M., menerima penghargaan tersebut dalam rangkaian peringatan HUT ke-15 Kompas TV di Hotel Bidakara, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026), sebagai daerah yang dinilai peduli terhadap pengembangan UMKM dan potensi sumber daya lokal.

Meski diterimanya secara langsung, Bupati Paramitha menegaskan apresiasi ini bukan milik pemerintah daerah semata. Penghargaan justru menjadi bentuk pengakuan atas kerja keras masyarakat Brebes yang selama ini terus berkarya dan mengembangkan potensi ekonomi di wilayahnya.

“Penghargaan ini bukan untuk saya sebagai Bupati, melainkan untuk masyarakat Brebes — untuk UMKM kecil yang tersebar di 17 kecamatan, untuk para petani bawang merah Brebes, serta untuk para pengrajin terasi dan pembatik,” ujar Paramitha usai menerima penghargaan.

Paramitha menjelaskan, Brebes memiliki beragam potensi lokal yang terus dikembangkan, mulai dari sektor pertanian, UMKM, kerajinan, hingga ekonomi kreatif. Berbagai potensi tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, seiring dengan dukungan promosi dan akses pasar yang memadai.

Salah satu komoditas unggulan Brebes adalah bawang merah. Selain menjadi identitas daerah, komoditas ini menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga petani. Bawang merah Brebes juga telah menembus pasar ekspor ke sejumlah negara di kawasan Asia, antara lain Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

BACA JUGA:  Peringati HUT Ke-72 Humas, Polri  Lakukan Penanaman Mangrove

“Kami memiliki produk unggulan, yaitu bawang merah yang sudah diekspor ke negara-negara Asia. Ke depannya, kami juga akan terus mendukung pengembangan produk-produk unggulan lainnya,” ungkapnya.

Perluasan pasar bawang merah diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi petani, terutama dengan terbukanya peluang pemasaran hasil pertanian yang lebih luas. Pemerintah daerah pun terus mendorong agar produk unggulan Brebes tidak hanya memiliki daya saing dari sisi produksi, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Selain pertanian, potensi UMKM dan ekonomi kreatif juga terus dikembangkan. Salah satunya adalah batik Brebes yang mulai diperkenalkan dalam berbagai ajang fesyen, termasuk Jogja Fashion Week, serta mendapat kesempatan untuk dipromosikan hingga ke Malaysia.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan karya masyarakat Brebes sekaligus membuka peluang pasar baru bagi para pelaku UMKM dan perajin. Dengan semakin luasnya jangkauan pasar, pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan volume produksi, mengembangkan kualitas produk, dan memperkuat keberlangsungan usahanya.

Paramitha menegaskan, pemerintah daerah akan terus berupaya membantu masyarakat agar produk lokal tidak berhenti dipasarkan di wilayah sendiri, tetapi mampu menjangkau konsumen di tingkat nasional maupun internasional.

“Pemerintah daerah akan terus berupaya mengenalkan produk-produk unggulan ke kancah nasional maupun internasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah memiliki peran untuk memberikan dukungan sekaligus membuka akses pasar bagi pelaku usaha. Kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan agar produk yang dihasilkan masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang.

BACA JUGA:  Uraian Peristiwa Terbakarnya KMP Royce 1 di Laut Merak

“Tugas kami sebagai pemerintah daerah adalah memberikan dorongan, dukungan, sekaligus mencarikan pembeli untuk produk masyarakat kami, untuk UMKM kecil kami,” jelasnya.

Menurutnya, semakin dikenalnya produk lokal juga harus diikuti dengan keberpihakan terhadap masyarakat yang menjadi pelaku utama di balik produk tersebut. Petani, pelaku UMKM, perajin, dan pembatik perlu mendapatkan ruang untuk berkembang, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Bagi Pemerintah Kabupaten Brebes, ini adalah semangat untuk terus membantu masyarakat kecil. Tentunya pemerintah harus bersama-sama membantu, bukan mempersulit masyarakat,” tegas Paramitha.

Penghargaan dalam rangka HUT ke-15 Kompas TV tersebut menjadi penyemangat bagi Pemkab Brebes untuk terus memperkuat pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Pemerintah daerah akan mendorong kolaborasi, promosi, dan perluasan akses pasar agar produk masyarakat semakin bernilai dan mampu bersaing.

Dengan dukungan tersebut, hasil pertanian dan produk UMKM Brebes diharapkan tidak hanya semakin dikenal, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan peluang usaha, pemasaran, dan pendapatan. Di balik setiap produk lokal, terdapat kerja keras petani, perajin, pelaku UMKM, dan keluarga yang menggantungkan harapan ekonominya dari usaha tersebut.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *