Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Dukung Program Ekonomi Biru Simeulue, Distanpan Andalkan Humasa Sebbel Khumaha Heba

IMG 20260705 171428 372
Plt. Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue, Kasirman. (Foto: ist)

SIMEULUE – Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Simeulue, andalkan sektor Humasa Sebbel Khumaha Heba, sebagai pendukung utama Program Ekonomi Biru.

Dengan Sumber Daya Manusia SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) Pertanian yang tersebar di 10 Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Simeulue, sehingga menjadi pondasi utama untuk perogram ekonomi biru.

Terkait kegiatan Humasa Sebbel Khumaha Heba, serentak turun mengolah sawah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi biru itu, dijelaskan Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Simeulue, Kasirman, kepada media ini, Minggu (05/06/2026).

“Kegiatan serentak turun mengolah kesawah yang kita sebut Humasa Sebbel dan Khumaha Heba, merupakan salah satu kegiatan utama yang mendukung pertumbuhan program ekonomi biru Pemerintah Kabupaten Simeulue,” kata Kasirman.

Turun serentak mengolah sawah itu, ditargetkan dalam satu tahun sebanyak dua kali menanam padi dan dua kali panen padi, sehingga kebutuhan pangan jenis beras dapat terpenuhi di 10 Kecamatan atau 138 desa dalam wilayah kepuluan.

BACA JUGA:  LPDB Kunjungi Simeulue, Dorong Koperasi Tani Perkuat Ketahanan Pangan

“Dengan kegiatan Humasa Sebbel Khumaha Heba ini, kita targetkan dua kali turun kesawah dan dua kali panen sehingga kebutuhan pangan jenis beras terpenuhi di 10 Kecamatan. Saya yakin bila sungguh-sungguh, pasti kita bisa swasembada beras untuk program ekonomi biru,” imbuh Kasirman.

Dalam kesempatan itu juga Kasirman tidak menapik, sejumlah kendala yang masih menghadang, yakni faktor cuaca, pemenuhan Alsintan, serangan hama serta pentingnya penyuluh sebagai garda terdepan kegiatan Humasa Sebbel Khumaha Heba.

Selain itu juga, masih banyak areal sawah dengan sistem tadah hujan (tidak beririgasi). Alsintan jenis Hand Traktor roda dua belum maksimal, termasuk masih banyak areal sawah yang belum dapat masuk Traktor Roda 4.

Kendala lainnya yang juga sangat penting, masih kurangnya akses Jalan Usaha Tani, untuk proses distribusi Alsintan yang hendak mengolah persawahan maupun akses distribusi distribusi hasil panen padi.

BACA JUGA:  Ir. Iskandar Gelar Reses di Desa Ujung Tinggi, Disambut Antusias Warga

“Untuk saat ini luas areal sawah yang LP2B seluas 7.172 hektar, dengan estimasi Produksi, rata-rata mencapai 5,5 ton gabah padi persatu hektar,” tutup Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Simeulue.

Kasirman kembali merincikan, jumlah anggota aktif Petani di masing-masing Kecamatan, yakni 612 petani. Salang sebanyak 1.830 petani. Simeulue Barat sebanyak 2.372 petani. Simeulue Cut sebanyak 982 petani.

Kemudian Kecamatan Simeulue Tengah sebanyak 1.056 petani. Simeulue Timur sebanyak 1.381 petani.Teluk Dalam sebanyak 1.029 petani.Teupah Barat sebanyak 1.778 petani. Teupah Selatan sebanyak 1.706 petani, dan terakhir Kecamatan Teupah Tengah sebanyak 1.035 petani. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *