SIMEULUE – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Simeulue, telah siapkan tenaga ahli dan trampil untk mendukung program Ekonomi Biru.
Medio sejak tahun 2023 hingga tahun 2025, sebanyak 200 orang tenaga terampil dengan berbagai bidang ilmu dan keahlian yang telah selesai menempuh pendidikan di UPTD BLK Kabupaten Simeulue.
Terkait sebanyak 200 orang tenaga trampil dan ahli di berbagai bidang itu, dijelaskan Zein Rahman Abidin, S.I.P
Kasubbag Tata Usaha UPTD BLK Simeulue, kepada media ini, Sabtu (04/07/2026).
“Untuk mendukung program ekonomi biru Pemerintah Kabupaten Simeulue, sebanyak 200 orang tenaga terampil dan ahli dalam bidangnya masig-masing yang telah selesai pendidikan di UPTD BLK Simeulue.
Zein Rahman Abidin, S.I.P, kembali menambahkan lulusan UPTD BLK Kabupaten Simeulue itu, yang tersebar di 10 Kecamatan, untuk mengembangkan usaha dan produknya secara mandiri, yang menyesuaikan ilmu serta keahliannya masing-masing.
Kasubbag Tata Usaha UPTD BLK Kabupaten Simeulue, merincikan sejak tahun 2023, sebanyak 80 orang peserta didik. Tahun 2024 sebanyak 80 orang serta terakhir tahun 2025, sebanyak 40 orangpeserta didik.
Adapun materi pelatihan itu selama satu bulan yang dipusatkan di kompleks UPTD BLK Kabupaten Simeulue, dengan materi yang berbeda, yakni seperti materi pelatihan Las, Otomotif, Partical Office, Mejahit, AC, serta materi pelatihan pembuatan perahu viber.
Meskipun telah meluluskan ratusan tenaga tatmpil dan ahli, UPTD BLK Kabupaten Simeulue, masih dirundung sejumlah kendala, seperti alat Pelatihan yang sudah tidak memadai. Kondisi ruang kelas yang sudah tidak layak.
Kemudian Jumlah instruktur yang kurang personel ASN dan P3K serta terakhir kendala belum adanya dana peruntukan untuk UPTD BLK Simeulue, menunggu Perubahan Anggaran APBK-P.
“Kendala kita masih banyak, dannyang saya sebutkan kendala tadi itu hanya yang betul-betul urgent dan penting. Padahal minat warga Simeulue sangat tinggi untuk mengikuti pendidikan di UPTD BLK Kabupaten Simeulue. Harapan kita semoga kendala itu bisa diakomodir oleh Pemda kita,” tutup Zein Rahman Abidin. (*)














