LHOKSEUMAWE – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan telah memasuki satu dekade perjalanan dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Selama itu pula, JKN dirasakan manfaatnya sebagai akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan setara, sejalan dengan transformasi mutu layanan yang terus dilakukan.(19/12/25)
Manfaat Program JKN tersebut dirasakan langsung oleh Sumardi (38), karyawan perusahaan swasta asal Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Ia merupakan peserta JKN yang rutin menjalani hemodialisa atau cuci darah akibat gagal ginjal yang dideritanya. Kondisi tersebut mengharuskannya menjalani tindakan medis dua kali dalam sepekan, dengan biaya yang tidak sedikit.
“Awalnya saya sangat kaget dan takut ketika dokter menyampaikan harus cuci darah seumur hidup. Yang terbayang langsung biayanya mahal. Tapi setelah dijelaskan bahwa semuanya ditanggung JKN, saya jadi lebih tenang dan siap menjalani pengobatan,” kata Sumardi saat ditemui di ruang instalasi hemodialisa salah satu klinik utama di Lhokseumawe.
Sumardi mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab gagal ginjal yang dialaminya. Namun, ia menyadari pola hidup tidak sehat di masa lalu menjadi salah satu faktor pemicu, terutama kebiasaan jarang minum air putih dan lebih sering mengonsumsi minuman kemasan.
“Setelah dijelaskan dokter, saya baru sadar minuman kemasan banyak mengandung pemanis buatan dan bahan kimia. Dulu saya terlalu sering minum itu dan kurang peduli kesehatan,” ujarnya.
Sebagai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas dua, Sumardi menilai pelayanan yang diterimanya selama menjalani pengobatan sangat memuaskan. Ia menegaskan tidak pernah merasakan perlakuan berbeda antara pasien JKN dan pasien umum.
“Pelayanannya baik, ruangan bersih, petugas medis ramah, dan tidak ada perbedaan layanan. Saya merasa benar-benar dilayani dengan manusiawi,” tuturnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa cuci darah memperburuk kondisi tubuh. Menurutnya, hemodialisa justru membantu mengurangi berbagai keluhan yang sebelumnya sering dirasakan.
“Sebelum cuci darah, saya sering pusing, sesak, mual, bahkan bengkak. Setelah rutin hemodialisa, badan terasa lebih ringan dan keluhan berkurang,” jelasnya.
Di akhir perbincangan, Sumardi mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pola hidup sehat serta rutin memeriksakan kesehatan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta JKN yang disiplin membayar iuran.
“Karena semangat gotong royong dari peserta JKN, saya bisa menjalani pengobatan mahal tanpa khawatir biaya. Semoga JKN terus berlanjut dan semakin membantu masyarakat,” pungkasnya.








