Banda Aceh – Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) kembali mengambil langkah konkret dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia muda Aceh.
Melalui kegiatan bertajuk Application Writing Workshop dengan tema “Why Should You Go Abroad? Prepare Your Study Application”, GEN-A membekali para anggotanya dengan keterampilan praktis menulis Curriculum Vitae (CV), resume, dan motivation letter sesuai standar internasional.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 11 September 2025, di Sekretariat GEN-A Banda Aceh ini diikuti 15 peserta dari berbagai latar belakang akademik dan profesi.
Workshop menghadirkan narasumber utama Yulfia Arnis (Pia), seorang Project Specialist Consultant di ASEAN Foundation sekaligus lulusan Master dari University of Melbourne, Australia.
Dalam paparannya, Pia menekankan bahwa kemampuan menulis dokumen aplikasi yang baik sangat menentukan diterima atau tidaknya seseorang pada program beasiswa maupun peluang kerja di luar negeri.
Menurutnya, para reviewer beasiswa biasanya hanya memiliki waktu singkat untuk menilai ribuan dokumen, sehingga peserta harus mampu menampilkan kualitas diri secara ringkas namun kuat.
“Usahakan membuat resume itu padat dan merepresentasikan diri kalian. Maksimal dua halaman, karena ada ribuan pelamar dan reviewer hanya punya waktu terbatas,” jelas Pia saat memandu sesi utama workshop.
Ia juga membagikan pengalaman pribadi saat menempuh pendidikan di luar negeri. Pia menilai, kesempatan belajar dan bekerja di ranah internasional bukan hanya soal menambah pengetahuan akademik, melainkan juga tentang memperluas jejaring, mengasah kepekaan lintas budaya, serta meningkatkan daya saing generasi muda di tingkat global.
Workshop yang dipandu oleh Diva sebagai moderator berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mempraktikkan teknik menulis resume dan motivation letter secara langsung.
Salah seorang peserta, Arifah Azammi, mengaku memperoleh banyak wawasan praktis dari kegiatan ini.
“Apa yang disampaikan sangat relevan, terutama karena reviewer punya waktu terbatas. Kalau CV atau resume tidak sesuai dengan yang diminta, kemungkinan besar langsung dilewatkan,” ujarnya.
Peserta lainnya, Ikrama Agung, menambahkan bahwa gaya penyampaian narasumber membuat suasana belajar menjadi hidup.
“Pematerinya keren, materinya relate, dan diskusinya sangat dinamis. Bagusnya lagi, langsung learn by doing,” katanya.
Selain membahas teknis penulisan CV dan motivation letter, Pia juga menekankan pentingnya pengalaman non-akademik dalam memperkuat aplikasi.
Menurutnya, pengalaman organisasi, kegiatan sosial, kepanitiaan, hingga karya nyata seperti penelitian atau proyek kreatif memiliki nilai tambah yang tinggi.
“Portofolio yang kaya menunjukkan bahwa seorang pemuda tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mampu menerapkan ilmunya di dunia nyata,” tutur Pia.
Pandangan ini sejalan dengan kebutuhan global saat ini, di mana institusi pendidikan maupun perusahaan internasional tidak hanya mencari individu dengan prestasi akademik tinggi, tetapi juga mereka yang memiliki soft skills, kepemimpinan, kerja tim, dan kemampuan beradaptasi.
Direktur Eksekutif GEN-A, Imam Maulana, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari program berkelanjutan GEN-A untuk mempersiapkan pemuda Aceh menghadapi tantangan global.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi mereka yang sedang mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan atau melamar pekerjaan di luar negeri. Pia bahkan meninjau langsung CV dan resume anggota GEN-A serta memberi masukan konkret. Ini langkah nyata agar kader kita siap menghadapi tantangan global dengan profesional, adaptif, dan unggul,” tuturnya.
Imam menambahkan bahwa kegiatan semacam ini akan terus digelar secara berkala. GEN-A, menurutnya, tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, kepemimpinan, serta wawasan global para anggotanya.
Keikutsertaan pemuda Aceh dalam program internasional diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi daerah. Mereka yang pernah belajar atau bekerja di luar negeri dapat membawa pulang pengalaman berharga, ide-ide segar, serta praktik terbaik untuk diterapkan dalam pembangunan lokal.
“Bagi anak muda Aceh, pengalaman ke luar negeri bukan sekadar soal pendidikan, tetapi juga membuka cakrawala baru dalam cara berpikir, membangun jejaring global, dan memahami peran sebagai warga dunia,” terang Pia dalam sesi penutup.
Dengan semakin banyaknya generasi muda Aceh yang berani melangkah ke luar negeri, GEN-A optimistis kontribusi pemuda dalam pembangunan akan semakin terasa.
Baik di bidang pendidikan, kesehatan, teknologi, maupun kebudayaan, pengalaman internasional diyakini mampu memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional dan global.
Melalui Application Writing Workshop ini, GEN-A berharap semakin banyak pemuda Aceh yang memiliki kesiapan matang untuk bersaing dalam seleksi beasiswa, pertukaran pelajar, maupun kesempatan karir internasional.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen GEN-A dalam memberdayakan pemuda, agar tidak hanya menjadi penonton dalam era globalisasi, melainkan aktor utama yang membawa perubahan positif.
“Harapannya, apa yang dipelajari hari ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tapi benar-benar diaplikasikan. Semoga semakin banyak anak muda Aceh yang mampu menembus peluang internasional dan membawa nama baik daerah di panggung global,” tutup Imam Maulana.








