BANDA ACEH – Anjungan Kabupaten Gayo Lues terus dipersiapkan guna mengikuti Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) Ke-8 di Banda Aceh.
Kadis Pariwisata Kabupaten Gayo Lues, Irsan Firdaus mengatakan, Persiapan Anjungan Kabupaten Gayo Lues tersebut sudah 80 persen dan tinggal menata barang-barang yang dibawa dari Kabupaten tersebut.
“Di Anjungan kita, kita akan menampilkan kuliner khas Gayo Lues, kita juga bekerjasama dengan Dekranasda dan UMKM untuk menampilkan kerajinan Gayo Lues,”Kata Kadis ketika di wawancarai. Sabtu (4/11/2023).
Kabid Kebudayaan Jhon Hendra mengatakan, Kabupaten Gayo Lues akan menampilkan tari saman dan tari bines dalam Pekan Kebudayaan Aceh tersebut.
“Untuk perlombaan kita akan mengikuti lomba kuliner, layang-layang, ekonomi rempah, tari kreasi, pengayun anak dan anugrah budaya,” Tambah Kabid.
Untuk rempah-rempah sendiri, katanya, telah disiapkan jauh-jauh hari seperti minyak serai wangi, batang serai wangi yang belum di proses, Jahe, Kunyit, Kapulaga, Kulit Manis dan Bunga Lawang.
Menyambut Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 yang akan diselenggarakan pada 4-12 November 2023, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues telah melakukan persiapan intensif.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gayo Lues, Irsan Firdaus menjelaskan persiapan Pemkab setempat hampir rampung. Hanya sebagian detail yang masih dalam proses pengerjaan.
“Alhamdulillah sedang persiapan, tinggal sedikit-sedikit lagi,” ujarnya.
Ia melanjutkan, dalam pagelaran PKA-8 fokus utama Pemkab Gayo Lues tetap pada pertunjukan seni tari-tarian, terutama tari Saman yang akan menjadi salah satu pertunjukan unggulan. Selain itu, tari Bines dan tari kreasi juga akan dipertontonkan di Anjungan Gayo Lues.
Lanjut Irsan, untuk mendukung tema PKA tahun 2023 “Rempahkan Bumi Pulihkan Dunia”, Pemkab Gayo Lues juga akan mempromosikan kuliner khas daerah seperti Gutel. Menurutnya, ini merupakan momen yang tepat untuk mengenalkan kekayaan kuliner lokal setempat kepada para pengunjung.
Selain tarian dan makanan khas, sambung Kadis Pariwisata, pakaian adat juga menjadi salah satu yang dipertunjukkan. Pakaian bermotif Kerawang Gayo Lues mulai dari baju hingga Bulang Teleng akan menghiasi anjungan.
Kata dia, untuk persiapan Anjungan Gayo Lues saat ini akan memasuki tahap dekorasi. Agar persiapan lebih matang, pihak Dinas Pariwisata Gayo Lues berencana melakukan perjalanan ke Banda Aceh beberapa hari menjelang acara PKA-8 dimulai.
“Kita akan bergerak ke Banda Aceh pada H-5 sebelum acara. Supaya segala persiapan dapat ditata dan dimatangkan,” pungkas Irsan.
Selain itu, tambahnya, untuk memastikan segala sesuatunya berjalan lancar, Dinas Pariwisata dalam waktu dekat akan menggelar rapat dengan pimpinan daerah, yakni Pj bupati.
“Upaya ini bertujuan untuk memastikan kesuksesan Gayo Lues pada acara PKA-8, dengan memaksimalkan persiapan,” pungkasnya.
Sementara itu, Pj Bupati Gayo Lues, H. Alhudri saat meninjau Anjungan menyampaikan, terdiri dari 23 Kabupaten/Kota, Budaya di Aceh penuh dengan keragaman budaya. Masing-masing wilayah memiliki ciri khas tersendiri.
“Seperti Gayo Lues dan Aceh Tengah, meskipun sama-sama Gayo, namun berada di wilayah berbeda terdapat pergeseran budaya, begitu pula saudara-saudara kita di pesisir. Dengan adanya PKA ini, itulah yang mempersatukan semuanya,” ujar Pj Bupati Gayo Lues, H. Alhudri saat di jumpai hariandaerah.com.
PJ Bupati menambahkan, melalui PKA tersebut potensi-potensi di wilayah masing-masing dapat digali dari segi sejarah dan budaya untuk di kaji nantinya.
“Tujuannya tidak lain adalah untuk generasi berikutnya, sehingga kita tidak ketinggalan jejak, tidak akan lupa terhadap sejarah,” Ujar Pj Bupati Gayo Lues.
Tambah Pj, Anjungan Kabupaten Gayo Lues lebih banyak menampilkan UMKM, seperti hasil kerajinan masyarakat Gayo Lues yang di koordinir oleh Dekranasda Kabupaten Gayo Lues.
“Bermacam-macam bentuk kerajinan masyarakat Gayo Lues yang dihasilkan seperti pakaian Kerawang Gayo, souvernir, makanan ringan dan lainnya,”Kata Pj Bupati.
Lanjut Pj Bupati Gayo Lues, potensi wilayah di Kabupaten Gayo Lues masih di sektor perkebunan dan pertanian.
“Kalau Palawija luar biasa, saat ini Palawija kami ada yang dijual ke Aceh Barat Daya, ada yang ke Aceh Utara dan Aceh Timur. Untuk ikan kami masuk dari Aceh Barat Daya dan Aceh Timur,” ujar Pj Bupati.
Selain itu, Ketua DPRK Gayo Lues H. Ali Husin mengatakan, Tari Saman bukan hanya sekedar tontonan melainkan juga tuntunan.
“Karena beberapa syair di dalam tari Saman itu, mengangkat kebesaran Allah SWT sebagai tuntunan. Tari Saman juga mengandung pesan dan kesan, baik itu pesan dari pemerintah maupun pesan dari alim ulama yang disampaikan kepada masyarakat,” Ujarnya.
Ali Husin menambahkan, selain hal tersebut, dalam syair tari Saman juga mengandung pesan untuk para muda mudi. Tari Saman juga merupakan tarian yang kaya gerak.
Sajikan Kue Lemak Lungi Kuliner Tradisional Gayo Lues Tampil di PKA ke-8
Stan kontingen Kabupaten Gayo Lues menyajikan sederet kuliner tradisional daerah tersebut di ajang Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 yang berlangsung di Blang Bintang Kota Banda Aceh.
Selain itu juga sebagai ajang untuk mempromosikan daerah terutama dibidang pariwisata dan kesenian daerahnya, Gayo Lues turut menyajikan sederet kuliner tradisionalnya.
Makanan tradisional yang ditampilkan tersebut termasuk kue lemak lungi alias cemilan. Diyakini jika kuliner tradisional Gayo Lues itu sendiri tidak semua tidak dimiliki oleh daerah lainnya di Aceh.
Kepala Dinas Pariwisata Gayo Lues Irsan Firdaus didampingi Aisyah dan panitia lainnya mengatakan, mereka menyajikan kuliner tradisional di stan PKA ke-8.
Adapun nama-nama makanan atau kuliner tradisional Gayo Lues yang d disediakan di stan anjungan PKA Kontingen Gayo Lues, seperti gutel, lepat dan getuk.
Selain itu juga tersedia dan disajikan, kuliner berupa kue lemak lungi atau disebut cemilan berupa, Bahrum, due kali, pulut, tumpi dan leladu serta cemilan lainnya.
“Alhamdulillah stan atau anjungan kabupaten Gayo Lues sampai saat ini, kini ramai di kunjungi para pengunjung dan menikmati kuliner tradisional Gayo Lues itu,” sebutnya.














