Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Hardiknas 2026, Lewat Program Brebes Beres, Pemkab Genjot Transformasi Pendidikan Menuju Generasi Unggul

IMG 20260502 WA0001
Foto karikatur Bupati Brebes,Paramitha Widya Kusuma, SE,.MM.(hariandandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 dijadikan Pemerintah Kabupaten Brebes sebagai momentum emas untuk mempercepat perubahan besar di sektor pendidikan. Melalui program unggulan Brebes Beres yang digagas bersama oleh Bupati Paramitha Widya Kusuma, SE.MM dan Wakil Bupati Wurja, SE, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ditempatkan sebagai tulang punggung dan pusat dari seluruh arah pembangunan daerah.

Langkah strategis ini tampak mulai membuahkan hasil nyata. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Brebes terus menunjukkan tren kenaikan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Dari angka 67,3 pada tahun 2022, naik menjadi 69,71 di tahun 2023, dan kini mencatat rekor baru sebesar 70,18 pada tahun 2024.

Hal tersebut disampaikan oleh pengamat politik yang juga bekerja di Konsultan Politik PSPK (Pusat Studi Politik & Kebijakan), Azra Fadilah Prabowo, S.I.P, dalam wawancara dengan awak media hariandaerah.com, Sabtu (02/05/2026) pagi.

Menurutnya, lonjakan angka ini menjadi bukti konkret bahwa kebijakan yang diambil pemerintah daerah sudah berada di jalur yang tepat. Bahkan dalam persaingan antarwilayah di Jawa Tengah, Brebes yang sebelumnya kerap menempati posisi terbawah, kini berhasil melesat maju dan melampaui capaian beberapa daerah tetangga, seperti Kabupaten Banjarnegara dan Pemalang.

Meski prestasi ini patut dibanggakan, Azra mengingatkan bahwa perjalanan menuju kemajuan masih panjang. Jika dibandingkan dengan daerah-daerah maju di Jawa Tengah maupun standar nasional, capaian Brebes saat ini masih terklasifikasi dalam kategori tinggi awal dan belum memiliki daya saing yang optimal.

BACA JUGA:  Terima 3.000 Mahasiswa Baru, IAIN Langsa: Jalur SPAN PTKIN Gratis Pendaftaran

“Kondisi ini menjadi sinyal penting bagi kita semua. Peningkatan dari sisi kuantitas harus segera diimbangi dengan lompatan besar di sisi kualitas, terutama pada aspek pendidikan yang merupakan jantung pembentuk Indeks Pembangunan Manusia,” tegasnya.

Azra meyakini, di bawah kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma, sektor pendidikan tidak hanya bergerak sekadar mengejar ketertinggalan, melainkan dirancang untuk melampaui batas-batas yang ada. Melalui kerangka program Brebes Beres, pembenahan dilakukan secara menyeluruh dan terstruktur.

Salah satu terobosan yang paling dinantikan oleh masyarakat adalah program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). Program ini menjadi angin segar, membuka akses seluas-luasnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi dan mewujudkan cita-cita mereka.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Bupati bersama jajaran dinas terkait telah merumuskan lima pilar strategis yang menjadi landasan utama perbaikan sistem pendidikan, yaitu:

1. Beres Infrastruktur Pendidikan
Mempercepat pemerataan dan renovasi fasilitas belajar, mengingat gedung dan sarana yang layak merupakan fondasi utama yang menunjang terciptanya proses pembelajaran berkualitas.

2. Beres Kualitas Tenaga Pendidik
Menguatkan kompetensi guru yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman, termasuk kesiapan dalam menerapkan sistem pembelajaran digital agar tidak tertinggal dari perkembangan teknologi.

3. Beres Akses Pendidikan
Memperluas cakupan bantuan pendidikan sekaligus memperkuat program penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Tujuannya, agar tidak ada satu pun anak di Brebes yang terpinggirkan hanya karena keterbatasan ekonomi maupun jarak tempuh.

BACA JUGA:  KKN Internasional 2024, Unsam Tinggalkan Jejak Positif Bagi Masyarakat Karo dan Samosir

4. Beres Digitalisasi Pendidikan
Melakukan transformasi total sistem pembelajaran berbasis teknologi, sebagai persiapan matang agar generasi muda Brebes siap bersaing di era global dan industri 4.0.

5. Beres Kolaborasi Pendidikan
Mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, hingga komunitas pendidikan untuk berperan aktif. Kemajuan pendidikan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga.

Lebih lanjut, Azra menegaskan bahwa angka IPM yang terus naik bukan sekadar catatan statistik di atas kertas, melainkan cerminan nyata dari perbaikan kualitas hidup yang harus dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.

Peringatan Hardiknas tahun ini juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan program Brebes Beres akan diukur dari perubahan yang terlihat di ruang-ruang kelas, bertambahnya rata-rata lama sekolah, serta lahirnya generasi muda yang kompeten dan berkarakter kuat.

“Kenaikan IPM yang kita raih adalah awal yang sangat baik. Namun tantangan ke depan jauh lebih besar, yakni memastikan peningkatan ini berbanding lurus dengan kualitas pendidikan dan daya saing generasi Brebes,” pungkasnya.

Dengan semangat baru dan dukungan sinergis dari semua pihak, Pemerintah Kabupaten Brebes optimis menjadikan pendidikan sebagai lokomotif utama yang akan mengantarkan daerah ini menuju masa depan yang lebih gemilang dan berdaya saing tinggi.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *