LAMPUNG TENGAH — Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang kurang lebih 150 meter di Dusun 6, Kampung Sri Way Langsep, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, dilakukan secara swadaya guna mengantisipasi ancaman longsor yang berpotensi memutus akses jalan warga.
Kepala Kampung Sri Way Langsep, Sulaiman S.Pd.I, mengatakan pembangunan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur desa yang dinilai rawan, terutama saat musim hujan.
“Pekerjaan ini dilakukan secara swadaya karena jalan ini rawan longsor dan bisa putus. Maka kami bangun TPT sepanjang 150 meter di sisi kanan dan kiri jalan,” ujar Sulaiman saat ditemui di lokasi kegiatan, Kamis (26/2/26).
Ia menjelaskan, kondisi geografis di titik tersebut cukup curam, khususnya pada bagian kiri badan jalan yang berbatasan langsung dengan lahan pertanian warga. Struktur tanah yang labil membuat badan jalan berisiko tergerus apabila tidak segera diperkuat.
“Sebelah kiri kontur tanahnya lebih curam, sehingga harus dipasang TPT agar tidak longsor dan merusak badan jalan,” tambahnya.
Proses pengerjaan dilakukan bersama masyarakat secara gotong royong. Warga menyusun batu kali sebagai pondasi dasar, kemudian melakukan pengecoran untuk memperkuat dinding penahan. Material batu berukuran besar disiapkan di sepanjang jalur pembangunan sebagai bagian dari konstruksi.
TPT atau Tembok Penahan Tanah merupakan bangunan konstruksi yang berfungsi menahan tekanan tanah agar tidak bergeser atau longsor, khususnya di wilayah dengan kemiringan tajam. Keberadaan TPT dinilai penting untuk menjaga stabilitas badan jalan dan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, akses tersebut menjadi jalur vital bagi masyarakat Dusun 6, baik untuk aktivitas pertanian maupun mobilitas sehari-hari.
Dalam proses peliputan, wartawan juga menghadapi sejumlah hambatan di lapangan. Kondisi jalan yang berlubang dan belum tersentuh pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah maupun Pemerintah Provinsi Lampung menjadi kendala utama dalam mobilitas menuju lokasi. Sejumlah titik jalan yang rusak dan tidak merata memperlambat akses kendaraan, terutama pada jalur yang berada di sisi lereng dan berdekatan dengan area persawahan warga.
Meski demikian, kegiatan pembangunan berjalan lancar dengan partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah kampung berharap pembangunan TPT tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mencegah longsor serta menjaga akses jalan tetap aman dan layak dilalui warga. (vit )








