ACEH UTARA – Dalam rangka memperingati 20 tahun perdamaian Aceh, Ketua Harian Lembaga Aliansi Indonesia Provinsi Aceh, Agussalim Anzib, mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk kembali mengingat momen bersejarah yang telah mengubah wajah Tanah Rencong.(14/8)
Agussalim, yang juga merupakan salah satu eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan pernah terlibat langsung di lapangan saat Aceh dilanda konflik, mengenang perjalanan panjang menuju perdamaian. Sebagai bagian dari Tim Perintis Perdamaian Aceh sejak tahun 2002 hingga 2005, ia turut menyaksikan dan merasakan dinamika proses negosiasi hingga akhirnya terwujud penandatanganan perjanjian damai.
“Hari Perdamaian Aceh bukan hanya sekadar peringatan, tetapi sebuah pengingat bahwa keamanan dan ketertiban adalah modal utama untuk membangun. Mari kita jaga Aceh tetap aman, nyaman, dan terus bergerak maju demi mengejar ketertinggalan,” ujarnya.
Menurut Agussalim, dua dekade tanpa konflik adalah pencapaian besar yang harus disyukuri dan dirawat bersama. Ia menegaskan bahwa menjaga kamtibmas merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, bukan hanya aparat keamanan.
Peringatan Hari Perdamaian Aceh yang jatuh setiap 15 Agustus menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan Aceh dari masa konflik menuju pembangunan. Agussalim berharap, semangat perdamaian yang telah dirintis dapat terus diwariskan kepada generasi muda sebagai modal sosial untuk menciptakan Aceh yang lebih sejahtera dan bermartabat.








