ACEH UTARA — Hujan deras yang mengguyur Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir meluas hingga melumpuhkan aktivitas warga. Dari kawasan perkotaan hingga pelosok Desa, genangan air tampak semakin meninggi dan memutus sejumlah akses jalan utama.(26/11)
Sejumlah kecamatan terdampak parah, diantaranya Matang Kuli, Lhoksukon, Seunudon, Baktiya Samudera, serta Geurudong Pase. Wilayah lain yang turut terpantau mengalami peningkatan debit air adalah Kecamatan Simpang Keuramat, Nisam, dan Kutamakmur.
Di Kutamakmur, kondisi warga semakin memprihatinkan. Banjir yang meninggi membuat akses menuju kota terputus karena luapan sungai merendam badan jalan. Arus air yang deras membuat sejumlah pengendara sepeda motor terjebak, bahkan beberapa kendaraan dilaporkan mogok akibat kemasukan air.
Selain terisolasi, warga juga menghadapi pemadaman listrik sejak kemarin. Aliran listrik dari PLN di wilayah Kutamakmur belum pulih hingga hari ini, membuat aktivitas rumah tangga warga lumpuh. Kondisi diperparah dengan kelangkaan gas elpiji; harga yang biasanya stabil kini melambung hingga mencapai Rp30.000 per tabung di tingkat pengecer.
Jumlah warga yang terdampak mencapai ribuan jiwa,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Utara, Fuad Mukhtar, kepada wartawan. Ia menyebutkan bahwa pihaknya bersama sejumlah unsur terkait telah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan dan evakuasi warga yang berada di titik-titik rawan.
BPBD Aceh Utara juga mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan masih tinggi dan kondisi sungai-sungai besar di wilayah tersebut berada dalam status siaga.
Sementara itu, warga berharap pemerintah daerah dapat mempercepat penanganan, terutama terkait pemulihan listrik, distribusi bantuan darurat, dan pembukaan akses jalan menuju pusat kota. Meski situasi belum menunjukkan tanda-tanda membaik, warga tetap berupaya bertahan di tengah keterbatasan dengan harapan banjir segera surut.








