SIMEULUE – Sebanyak sebelas sekolah penggerak di Kabupaten Simeulue angkatan ke-II ikuti pelaksanaan refleksi akhir tahun ajaran 2022/2023 yang diikuti 11 Kepala sekolah penggerak, pengawas sekolah dan 22 Guru Komite pembelajaran, kegiatan tersebut yang berlangsung di Aula dinas pendidikan kabupaten Simeulue, Rabu (19/7/2023).
Kegiatan tersebut dibuka langsung, Kepala Dinas Pendidikan Simeulue yang diwakili Kabid Guru dan tenaga kependidikan, Arismin, S.Pd.

Saat ditemui awak media hariandaerah.com, Koordinator sekolah penggerak kabupaten Simeulue, Safii, S.Pd mengatakan, kegiatan tersebut merupakan evaluasi pencapaian sekolah penggerak Simeulue angkatan ke-II selama satu tahun ajaran.
“Ada sejumlah pencapaian yang diperoleh diantaranya, Kwalitas pembelajaran yang semakin membaik, digitalisasi sekolah semakin meningkat dan tingginya akses pembelajaran dengan paradigma baru,” kata Safii.
Disamping itu, lanjut Safii, kegiatan refleksi ini juga dilaksanakan dengan tujuan proses akuntabilitas dan transparansi kinerja kepala sekolah penggerak sesuai dengan aspek Kurikulum operasional satuan pendidikan (KOSP) atau lebih dikenal dengan kurikulum merdeka ujar Kepala sekolah SDN SMP Satap Pulau Teupah ini.
“Selain sekolah penggerak angkatan II, di Kabupaten Simeulue juga terdapat sekolah penggerak angkatan III sebanyak 6 sekolah yakni, tingkat TK 1 sekolah, SD dua sekolah dan 3 sekolah tingkat SMA yang baru melaksanakan implementasi kurikulum merdeka (IKM) pada tahun ajaran baru 2023/2024 dan belum mengikuti kegiatan refleksi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut, merupakan agenda Balai Guru Penggerak (BGP) propinsi Aceh UPT Kemdikbudristek tahun 2023 yang merupakan evaluasi pencapaian pelaksanaan program sekolah penggerak nasional.
Dalam kegiatan tersebut, turut dihadiri oleh panitia kegiatan dari BGP propinsi Aceh, Syafriani, M.Pd, dan 3 orang fasilitator sekolah penggerak serta perwakilan dinas pendidikan kabupaten Simeulue.














