Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Lebih 52 Jam Kota Langsa Padam Listrik, Ini Keterangan Pihak PLN

IMG 20251211 213218
Suasana malam disalah satu Cafe di jalan A Yani Kota Langsa, yang dipenuhi masyarakat untuk cas HP dan Laptop serta dapatkan jaringan internet karena listrik padam sudah 2 hari lebih. (Foto:hariandaerah.com/Sukma).

KOTA LANGSA – Sudah lebih 52 jam Kota Langsa padam listrik sejak Selasa (09/12/2025) siang sekitar pukul 15.00 WIB dikarenakan aliran listrik yang masih mati pasca banjir Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Sebelumnya listrik di Kota Langsa sempat hidup beberapa hari walaupun terbatas dan alirannya masih digilir untuk hidup mati (roling) oleh pihak PLN Aceh.

Sebagian masyarakat Kota Langsa pun meminta manajemen PLN Cabang Langsa agar dapat menghidup matikan aliran listrik secara bergilir agar aktifitas seperti memasak, sedor air bersih dan lainnya dapat terpenuhi dikarenakan ada beberapa desa yang terlihat hidup listrik untuk sementara waktu.

Kepala PLN Langsa Kota, Bian Wahyudi menyampaikan bahwa sebagian sistem Kota Langsa nyala karena kita suplai untuk objek vital seperti Rumah Sakit Umum, RS PTP, RS Cut Nyak Dhien dan juga Telkom agar komunikasi bisa lancar ke pusat pengatur beban di Banda Aceh.

“Sedangkan untuk roling hidup mati di Kota Langsa memang kita sudah minta, tetapi belum ada izin karena ditakutkan saat roling ada pengaturan beban masuk secara tiba-tiba. Ini bisa menyebabkan trep Nagan Raya sehingga posisinya se-Aceh padam lagi,” ucap Bian kepada hariandaerah.com, Kamis (11/12/2025).

Selanjutnya Bian menjelaskan, jika ada temuan beban masuk secara tiba-tiba tanpa konfirmasi dari pusat pengatur bebannya, maka pihak PLN akan dikenakan sanksi disiplin karena akan ada kerusakan mesin pembangkit Nagan Raya atau padamnya lagi listrik untuk seluruh Aceh.

“Jadi, jika ada peluang roling maka akan kita roling, namun saat ini belum ada bahasa roling,” terang Bian lagi.

“Untuk desa-desa yang saat ini hidup dikarenakan dilewati oleh objek-objek vital seperti rumah sakit dan kantor Telkom, jadi pihak PLN bukan menganaktirikan desa-desa tertentu,” tegasnya.

Bian tidak lupa meminta doa dan support masyarakat agar listrik cepat pulih seutuhnya di Aceh sambil menunggu power emergency transmisi 150 KV yang ada di Seukerak Aceh Tamiang bisa beroperasi sehingga setidaknya listrik bisa disuplai dari Medan, Sumatera Utara.

“Insya Allah kalau perbaikan sudah aman, sistem listrik kita akan kembali normal seperti sedia kala, mohon do’anya,” ungkap Bian Wahyudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *