Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Memulai Pola Hidup Sehat Dengan Konsumsi Makanan Bergizi dan Bebas Micin

micin
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Jaya Rosniar, S.K.M yang diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (31/11/2022).(Foto: Harian Daerah/T. Fadhil Tartia Tandy)

Aceh Jaya – Micin adalah sebuah bumbu penyedap bagaikan tak lengkap tanpa kehadiran micin (penyedap) disebuah makanan. Tapi apa dampak dari penyedap itu sendiri, apakah kita mengetahui?

Tentunya, penggunan micin dalam kehidupan sehari hari harus bisa dibatasi. Konsumsi micin yang berlebihan bisa menimbulkan berbagai masalah, seperti sakit kepala, hipertensi, atau mual, terutama bagi orang yang sensitif dengan bahan tersebut.

Lantas, bagaimana caranya mengurangi asupan micin dari makanan? Yuk, simak tips dari Kepala Dinas Kesehatan Aceh Jaya Rosniar, S.K.M dalam memulai pola hidup sehat dengan konsumsi makanan bergizi dan bebas micin.

MSG atau yang dikenal dengan sebutan micin memang membuat rasa makanan makin lezat. Meski rasanya memanjakan lidah, penggunaan MSG harus diperhatikan.

Hal ini patut diperhatikan juga bagi ayah dan ibu, karena efek MSG yang berlebihan tersebut juga dapat dirasakan oleh anak-anak.

Rosniar selaku Kepala Dinas Kesehatan Aceh Jaya menyebutkan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, batas aman konsumsi MSG per hari adalah 120 mg/kg berat badan per hari.

Itu artinya, seseorang yang memiliki berat 50 kg, tidak boleh mengonsumsi micin lebih dari 6 gram atau sekitar 1 sendok teh.

“Menghitung asupan MSG per hari memang sulit bagi Anda yang tidak terbiasa. Namun, jangan berkecil hati, Anda bisa meminta bantuan dokter maupun ahli gizi,” imbuhnya Rosniar yang diwawancarai, hariandaerah.com, Sabtu (29/10/2022).

Tambah Rosniar, Pilihan pola hidup sehat untuk mengurangi asupan micin agar berkurang, ada beberapa cara untuk mengakalinya. Seperti,

  1. Buat makanan sendiri
BACA JUGA:  Dinkes Aceh: Zat Besi Berperan Penting Cegah Stunting

Kurangi kebiasaan membeli makan di luar rumah. Alasannya, masakan resto atau pedagang kaki lima, cenderung menggunakan banyak micin, tinggi garam, dan minyak. Jika Anda ingin mengurangi asupan micin, buat makanan sendiri jadi solusinya.

“Kita bisa mengatur seberapa banyak penggunaan micin. Bahkan, Anda bebas untuk mengolah makanan tanpa MSG,”jelasnya.

Selain itu, dapat juga menerapkan teknik masak yang menghasilkan makanan yang lebih sehat dan tetap sedap.

“Cobalah teknik memasak seperti memanggang atau merebus untuk memecah kandungan glutamat alami dari bahan makanan yang dimasak, sehingga rasanya lebih gurih. Tentunya dengan memasak makanan sendiri dirumah, kebersihan makanan pun jadi lebih terjamin.”ungkapnya.

Untuk makanan dalam kemasan, pilihlah produk tanpa MSG, untuk mie instan misalnya. Jika belum bisa sepenuhnya lepas konsumsi mie instan, pilihlah varian yang tanpa MSG.

“Kalau goreng-gorengan, bisa menggunakan produk tepung bumbu yang tanpa MSG serta bisa memilih minyak yang lebih sehat untuk menggorengnya, seperti minyak zaitun atau minyak kelapa,” sebutnya.

  1. Gunakan penyedap alternatif

Cara lain untuk mengurangi asupan micin adalah menggunakan bumbu penyedap alternatif.

Manfaatkan bahan makanan yang Anda punya di rumah untuk menggantikan kegunaan MSG, seperti, Garam dan gula,Rempah-rempah,Rumput laut,terasi, teri atau rebon,jamur shitake, serta kaldu alami seperti air kaldu daging.

“Selain itu, kita juga bisa memperkaya masakan dengan jenis rempah tertentu, seperti bawang putih, bawang merah, lada, ketumbar, atau rosemary,” jelasnya.

BACA JUGA:  Laksanakan Aksi Bergizi Tahun 2022, Siswa Madrasah Diajak Jaga Pola Hidup Sehat dan Pola Makan Bergizi

Semua penyedap ini bisa meningkatkan cita rasa masakan sehingga membuat makanan tetap lezat meski tanpa micin. Agar khasiatnya tetap tinggi, pastikan bahwa rempah tersebut masih segar dan disimpan dengan baik.

“Jika tidak disimpan dengan baik, kesegaran rempah dan kandungan zat gizinya bisa menurun. Rempah yang tidak segar juga bisa memengaruhi cita rasa makanan,” jelasnya.

  1. Disiplin dengan pola makan

Selain menerapkan cara-cara di atas, dirinya juga membinta agar masyarakat bisa mengurangi konsumsi micin dengan mulai meningkatkan kedisplinan dalam menjaga pola makan.

“Meskipun Anda sudah menjaga asupan dengan makan makanan yang sehat, porsi yang dikonsumsi juga harus tetap seimbang.Makanlah dalam porsi yang secukupnya dan berhentilah kira-kira ketika Anda sudah mencapai 80% rasa kenyang,” tuturnya.

Hal ini dikarenakan makan secara berlebihan tidak hanya berdampak negatif untuk berat badan, tapi juga bisa mengganggu kinerja pencernaan.

Selain itu, porsi makan yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko sejumlah gangguan kesehatan.

Oleh karena itu, mulailah untuk disiplin dalam menjaga pola makan dari segi asupan dan porsinya. Pilih makan makanan non MSG dan atur porsinya agar tidak terlalu berlebihan.

“Semakin kita terbiasa dengan pola makan yang sehat dan tidak berlebihan, maka hasrat untuk mengonsumsi makanan MSG pun semakin berkurang,” tutupnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *