SIMEULUE – Di tengah derasnya perkembangan seni modern yang terus bermunculan, Nandong, seni bertutur warisan leluhur masyarakat Simeulue, tetap bertahan dan hidup di tengah masyarakat. Di sejumlah desa di daerah kepulauan paling barat Indonesia itu, irama tabuhan Nandong masih terdengar, menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat.
Keberadaan Nandong menjadi salah satu bukti kesetiaan masyarakat Simeulue dalam menjaga akar seni dan budaya daerah. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, kesenian tradisional tersebut masih dipertahankan dan diwariskan, meski menghadapi tantangan dari berbagai bentuk hiburan modern.
Bagi masyarakat Simeulue, Nandong bukan sekadar pertunjukan seni untuk menghibur penonton. Di dalam lantunan syairnya terdapat cerita tentang kehidupan, perjuangan, nasihat, pengalaman masyarakat, hingga kisah-kisah yang berkaitan dengan perjalanan sebuah kampung dan kehidupan leluhur.
Syair-syair tersebut disampaikan dengan irama khas dan diiringi tabuhan gendang yang dimainkan secara bersama-sama. Perpaduan antara lantunan suara dan dentuman gendang membuat Nandong memiliki karakter tersendiri yang sulit ditemukan dalam kesenian modern.
Pertunjukan Nandong memang tidak setiap saat dapat dijumpai. Kesenian ini biasanya tampil pada acara adat dan kegiatan masyarakat, seperti pesta pernikahan, khitanan, maupun kegiatan kebudayaan yang menampilkan beragam seni tradisional Simeulue.
Di Desa Air Dingin, Kecamatan Simeulue Timur, misalnya, Nandong masih dipertahankan dan ditampilkan dalam sejumlah kegiatan masyarakat. Kesenian tersebut menjadi salah satu pilihan untuk memeriahkan acara sekaligus menjaga tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
“Kalau kami di Desa Air Dingin, Nandong masih kami tampilkan di acara hajatan seperti nikah dan khitan,” ujar Ahmad Rizal, saat ditemui di salah satu acara khitanan di Dusun Amitedia, Jumat (17/7/2026).
Namun, seiring perkembangan zaman, Rizal mengakui bahwa minat masyarakat untuk menghadirkan Nandong dalam acara hajatan tidak lagi seperti dahulu. Masyarakat kini memiliki banyak pilihan hiburan yang dianggap lebih modern dan praktis untuk memeriahkan sebuah acara.
“Sekarang kan sudah banyak pilihan, ada keyboard, band dan lain-lain. Kalau Nandong ini baru orang-orang tertentu yang mau,” katanya.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan Nandong. Jika tidak ada upaya untuk memperkenalkan dan melibatkan generasi muda, bukan tidak mungkin kesenian tradisional tersebut semakin jarang dimainkan dan perlahan hanya dikenal oleh generasi tua.
Meski demikian, harapan untuk mempertahankan Nandong masih tetap terbuka. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah meningkatkan perhatian dan dukungan pemerintah terhadap kesenian tradisional tersebut, termasuk dengan memberikan ruang lebih banyak bagi Nandong untuk tampil dalam berbagai kegiatan resmi.
Menurut Rizal, kehadiran Nandong dalam acara-acara pemerintah tidak hanya menjadi bentuk pelestarian budaya, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkenalkan kesenian Simeulue kepada generasi muda dan masyarakat dari luar daerah.
Pada acara tertentu, terutama khitanan dan pernikahan, Nandong biasanya ditampilkan pada malam hari. Ketika pertunjukan dimulai, suasana yang sebelumnya ramai perlahan berubah menjadi perhatian terhadap para pemain yang mulai memainkan gendang dan melantunkan syair.
Dentuman gendang terdengar teratur, berpadu dengan suara para pemain yang melantunkan syair. Mereka memainkan alat musik secara bersamaan dan menjaga irama agar tetap selaras dengan lantunan yang disampaikan.
Sesekali, para pemain saling bersahutan dalam melantunkan syair. Pola tersebut membuat pertunjukan terasa hidup, seolah terjadi dialog melalui lantunan suara yang diwariskan dari masa lalu kepada generasi sekarang.
Sepintas, dentuman gendang dan lantunan syair Nandong mungkin terdengar sederhana. Namun, di balik kesederhanaan itu tersimpan nilai sejarah, pesan kehidupan dan identitas masyarakat Simeulue. Selama Nandong masih dimainkan dan diwariskan, selama itu pula salah satu jejak budaya leluhur Simeulue akan tetap hidup dan tidak mudah tertelan perubahan zaman.















