LHOKSEUMAWE — Di tengah proses pemulihan pascabanjir Aceh 2025, Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia (PEKA) bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe melaksanakan kegiatan pemulihan trauma bagi warga terdampak di Gampong Teumpok Beurandang, Jumat (31/1/2026).
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi lintas negara antara PEKA dan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) serta Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sultanah Nahrasiyah. Pendampingan difokuskan pada pemulihan psikososial masyarakat, khususnya anak-anak, melalui pendekatan komunikasi yang ramah dan edukatif.
Bertempat di meunasah Gampong, para konselor PEKA memberikan layanan trauma recovery kepada warga, sementara mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) dan Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui permainan dan kegiatan edukatif yang membangun rasa aman.
Wakil Rektor III UIN Sultanah Nahrasiyah, Dr. Darmadi,M.Si minggu (1/2) mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran nyata perguruan tinggi dalam merespons persoalan sosial di masyarakat. Menurut dia, kerja sama dengan PEKA tidak hanya sebatas penandatanganan nota kesepahaman, tetapi diwujudkan dalam aksi langsung di lapangan.
Dekan FUAD UIN Sultanah Nahrasiyah, Ruhama Wazna, menilai pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan bantuan material. Aspek psikologis masyarakat, terutama anak-anak, perlu mendapatkan perhatian agar proses pemulihan berjalan lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
Selain pendampingan psikososial, PEKA dan UIN Sultanah Nahrasiyah juga menyalurkan bantuan berupa sarung, mukena, dan Al-Qur’an kepada warga. Geuchik Gampong Teumpok Beurandang, Zulfikar, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu mengembalikan keceriaan anak-anak serta memberi semangat baru bagi masyarakat untuk bangkit.








