ACEH UTARA – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Utara menggelar Workshop Peningkatan Mutu Pendidik bertema Desain Media Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Selasa (8/7/2026) di Gathaf Cafe Lantai 2 Teupin Punti. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun media pembelajaran yang mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.
Workshop dibuka oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kabupaten Aceh Utara, H. Sabaruddin, S.Ag., M.Sos. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menanamkan nilai-nilai cinta kepada Allah SWT, cinta kepada sesama, cinta kepada diri sendiri, serta cinta kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Sabaruddin, guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik melalui keteladanan dan pendekatan yang penuh kasih sayang. Ia mengajak seluruh pendidik untuk mengajarkan nilai-nilai keagamaan dengan ikhlas, termasuk membiasakan peserta didik membaca Surah Al-Fatihah dan surat-surat pendek dalam Juz 30 sebagai bekal ibadah yang bernilai pahala jariyah.
“Guru harus terus memperbaiki diri dengan akhlak yang baik. Perlakukan peserta didik dengan tulus saat mentransfer ilmu. Sambut mereka dengan penuh kasih, terutama peserta didik baru. Tegurlah dengan santun di mana pun bertemu, dan apabila perlu memberikan hukuman, lakukanlah dengan cara yang mendidik dan bijaksana,” ujarnya.
Sabaruddin juga mengingatkan para guru terkait pelaksanaan praktik pengukuran arah kiblat melalui fenomena Rashdul Kiblat yang berlangsung pada 15–16 Juli 2026. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran langsung bagi para siswa mengenai penentuan arah kiblat secara ilmiah.
Sementara itu, Kepala MTsN 4 Aceh Utara, Drs. Muhammad Rusli, M.Pd., dalam kesempatan tersebut turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan workshop sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah. Ia berharap para guru mampu mengembangkan media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan selaras dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta.
Workshop ini juga dihadiri Pengawas Madrasah H. M. Sufi, S.Pd., serta sejumlah guru madrasah di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara yang mengikuti kegiatan dengan antusias.(man)








