PANGKAL PINANG – Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Suganda Pandapotan Pasaribu, melakukan kunjungan ke sebuah keluarga yang teridentifikasi mengalami stunting di Desa Senyubuk, Kabupaten Belitung Timur.
Dalam kunjungannya, PJ Gubernur menekankan pentingnya kerjasama dan solidaritas untuk mengatasi dan mengantisipasi permasalahan ini.
“Dengan semangat solidaritas, marilah kita bersama-sama menjalin kerjasama erat dan mengintegrasikan program-program dari setiap instansi guna mengatasi permasalahan stunting ini,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima di Pangkalpinang, Rabu (14/6/2023).
Beliau menyebutkan bahwa kunjungan kerja ke Desa Senyubuk merupakan tindak lanjut dari Program Gubernur Langsung Eksekusi Kerja Bersama Membangun Bangka Belitung (Gule Kabung) yang bertujuan untuk melihat langsung kondisi keluarga Fadil Alfarizky (2,3 tahun) dan Rahmad Azi R (5 tahun) yang teridentifikasi mengalami stunting.
“Saya sangat berterima kasih kepada semua yang hadir, baik dari provinsi maupun kabupaten. Kasus stunting ini menjadi perhatian serius dan semoga dapat kita atasi bersama-sama,” katanya.
Dengan tegas, beliau menegaskan bahwa kasus stunting yang terjadi di Desa Senyubuk harus menjadi peringatan yang mendorong kesadaran dan kepedulian dari semua pihak.
Penting untuk dipahami bahwa stunting tidak hanya terjadi di daerah-daerah kumuh atau di kalangan masyarakat ekonomi lemah, tetapi juga dapat terjadi di tengah-tengah masyarakat sekitar yang mungkin tidak terlihat secara langsung.
Hal ini mengingatkan kita bahwa setiap anak memiliki potensi terkena stunting, dan oleh karena itu perlu adanya upaya preventif dan perhatian yang komprehensif dari seluruh lapisan masyarakat.
“Saya mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan dan menyatukan program-program dari masing-masing instansi. Mari kita bekerja sama untuk memastikan program-program ini saling mendukung satu sama lain dan bukan hanya formalitas semata, melainkan dapat diwujudkan secara nyata untuk masyarakat daerah ini,” tambahnya.
Pada kunjungannya, Pj Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Babel, Maya Suganda Pasaribu, juga berharap para kader, petugas gizi, aparat desa, puskesmas, dan pihak terkait lainnya dapat saling bersinergi dalam membantu menangani kasus stunting Fadil Alfarizky dan Rahmad Azi R ini.
Ia melihat bahwa kunjungan posyandu bagi kedua anak ini sudah sangat baik, namun perlu dilakukan pembinaan pola asuh kepada ibu mengenai cara merawat anak dengan benar dan memberikan nutrisi yang sesuai dengan usia anak.
“Setelah melihat langsung kunjungan posyandu bagi kedua anak ini, saya dapat menyimpulkan bahwa upaya tersebut telah berjalan dengan baik. Namun, perlu adanya pembinaan bagi ibu dalam hal pola asuh yang tepat serta pemberian nutrisi yang sesuai dengan perkembangan usia anak. Terkait dengan Rahmad Azi R, saya berharap dapat terjalin kerjasama dengan pihak rumah sakit guna memberikan terapi yang optimal, sehingga kemampuan motorik anak tersebut dapat berkembang dengan baik,” ujarnya.
Stunting merupakan masalah serius yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Oleh karena itu, kehadiran pemerintah daerah dan kerja sama antarinstansi menjadi sangat penting dalam menangani kasus ini.
Dengan kunjungan ke keluarga yang terkena stunting, diharapkan masyarakat dan instansi terkait semakin memahami bahwa stunting bisa terjadi di mana saja, tidak terbatas pada daerah tertentu.










