Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Opini  

Salam LA: Merawat Persaudaraan dan Membangun Kemaslahatan

Rektor
Rektor IAIN Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial M.Ag. (Foto: hariandaerah.com/Nurmansyah).

Salam Lintas Agama (LA): Merawat Persaudaraan dan Membangun Kemaslahatan

Oleh: Prof. Dr. Danial M.Ag
Rektor IAIN Lhokseumawe

Salam dikenal dalam semua agama dengan berbagai bentuk dan ekspresi. Ia merefleksikan keragaman agama yang ada dalam kehidupan bangsa kita. Meski berbeda dalam penyebutan, setiap agama bertujuan untuk mewujudkan kebaikan dan kedamaian.

Salam lintas agama, yang dipraktikkan dalam acara resmi pemerintahan maupun acara lainnya, harus dipahami dalam konteks yang tepat. Secara substansial, salam memiliki dimensi teologis, sosiologis, dan kosmologis. Ia mencakup hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

BACA JUGA:  Menjaga Harmonisasi Segitiga Emas Pendidikan

Dalam konteks hubungan lintas agama, salam sebaiknya dimaknai dalam dimensi sosiologis, yaitu hubungan sesama manusia (ukhuwah basyariyah).

Dalam konteks sosial, salam lintas agama bertujuan untuk merawat persaudaraan dan membangun kemaslahatan. Setiap upaya mempererat persaudaraan dan mewujudkan kemaslahatan patut diapresiasi.

BACA JUGA:  Hewan Ternak Terinfeksi PMK Makin Menurun, Tersisa 2.199 Kasus

Persaudaraan dan kemaslahatan merupakan pengejawantahan dari semangat persatuan dan perdamaian, yang merupakan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Dengan demikian, kita dapat membangun harmoni di tengah keberagaman, merajut sinergi dalam perbedaan, dan memompa energi persatuan dalam pembangunan bangsa dan negara.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *