MADIUN – Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Madiun, Jawa Timur, Ir. Tontro Pahlawanto, angkat bicara tentang kasus tabrak lari dengan mobil inventaris milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Madiun. Otoritas pemerintahan setempat membenarkan adanya kasus tersebut.
Saat dimintai keterangan terkait kasus yang menimpa anak buahnya, Tontro menunjukkan sinyal kesibukannya bekerja, sehingga tidak menjelaskannya secara detail dan tuntas atas kasus tersebut, saat dihubungi via telepon oleh jurnalis, Rabu (1/3/2023).
“Sik…sik…sik…yo, iki aku sik onok perlu (Sebentar…sebentar….sebentar…ya, ini saya masih ada keperluan),” ujar Tontro.
Awal penjelasannya Tontro mengatakan, kepergian Kepala Dinas DLH Madiun, Edi Bintarjo, ke Yogyakarta pada waktu terjadinya insiden tabrak lari, Sabtu 25/2/2023 lalu, dalam rangka perjalanan dinas luar kota (DLK).
Dalam perjalanan menuju Yogyakarta dari rumahnya di Kabupaten Magetan, Edi Bintarjo bersama istrinya, Nanik Siti Fatonah, berada dalam satu mobil dinas DLH, Innova Reborn warna hitam, pelat merah nopol AE 1372 FP, yang dikendarai oleh supir dinasnya, Nur S.
Istri Edi Bintarjo diketahui sebagai PNS, yang menjabat Kepala Bagian (Kabag) di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Madiun.
Tontro menjelaskan, Edi Bintarjo berangkat ke Yogyakarta terkait kajian tentang limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), di lokasi limbah TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
“Jadi kesana (Yogyakarta) itu dengan urusan terkait limbah B3, yang bekerja sama dengan UGM. Nek bar dines terus niliki wong tuane, kan yo lumrah to (kalau lepas dinas lalu mengunjungi orang tuanya, kan wajar),”ujar Tontro.
Dari penjelasan tantro dapat simpulkan, Edi Bintarjo memang berasal dari Yogyakarta. Pada hari libur, Edi Bintarjo biasanya berkunjung ke rumah orang tuanya, di Kota Gudeg.
Namun, belum sempat ditanyakan terkait surat penugasan Edi Bintarjo, dinas luar kota (DLK), Tontro dengan cepat mengakhiri wawancara dengan alasan ada keperluan lain.
Sementara itu, Edi Bintarjo saat dihubungi jurnalis melalui via telvon maupun pesan pendek, untuk dimintai konfirmasi, sampai sekarang belum ada respon.
Hal yang sama dilakukan Sekretaris DLH Madiun, Bambang HW. Tidak ada respon saat dimintai konfirmasi via telepon maupun pesan pendek.
Diberitakan sebelumnya, mobil dinas DLH yang ditumpangi Edi Bintarjo, istrinya dan sopir dinasnya, di duga terlibat tabrak lari.
Kejadian itu terjadi Sabtu sore pekan lalu, di wilayah Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, dengan pengendara sepeda motor, Aprian Mohamad Yusuf, 23 tahun, warga Sleman, bernopol AB 5304 EI.
Kasusnya sekarang masih ditangani aparat kepolisian Polres Klaten, dengan menyita mobil dinas DLH sebagai barang bukti dan memanggil ketiga orang yang berada dalam mobil saat kejadian, untuk dimintai keterangan.














