Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Seorang Alumni Menyesal Bersekolah di SMK Ma’arif Banyumas Pringsewu

Seorang Alumni Menyesal Bersekolah di SMK Ma'arif Banyumas Pringsewu images 23
( gambar ilustrasi)

PRINGSEWU – Nasib memilukan dialami oleh sebut saja AR warga di kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu Lampung.

Alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Maarif Banyumas tahun 2020 ini mengaku tidak berlanjut ke bangku kuliah, lantaran ijazah yang seharusnya ia miliki tidak diberikan oleh pihak sekolah.

Aktivitas AR kesehariannya membantu orang tuanya di kebun.

Disamping itu dirinya harus pontang panting bekerja serabutan guna memenuhi kebutuhan hidup, lantaran ekonomi orang tua tergolong tidak mampu.  Ia selalu bekerja keras guna memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

AR sebelumnya pernah bersekolah di SMK Ma’arif Banyumas. Dia dinyatakan lulus setelah mengikuti ujian di sekolah tersebut.

Setelah lulus, niatnya berlanjut ke bangku kuliah.  Setelah lulus nanti, dirinya berharap bisa menjadi orang sukses, ditempatkan dengan pekerjaan layak, dan menjadi kebanggaan orang tua.

Harapan dan cita-cita AR pupus lah sudah,  begitu mendengar ijazah nya tidak diberikan.  Dirinya lebih banyak termenung pasca ijasah ditahan, hingga menyesal karena sudah memilih ditempat sekolah yang salah.

Dirinya dituntut oleh pihak SMK Ma’arif untuk menebus ijazah sebesar-besarnysebesar  Rp.5 juta. Lantaran orang tua tidak mempunyai uang dirinya harus pasrah meratapi nasib.

” Uang diminta 5 juta untuk menebus Ijazah, karena saya belum melunasi SPP, ” tuturnya dengan raup wajah yang sedih, Selasa (30/1/24).

Terlihat dengan mata yang berkaca-kaca, dirinya bercerita tentang kesedihannya saat melihat atau mendengar teman-teman seusianya telah berhasil mendapat pekerjaan layak di kota setelah lulus sekolah.

Didalam lamunannya, dirinya berfikir untuk kembali memiliki semangat hidup, mengingat usianya yang masih muda, masih banyak kesempatan untuk kembali berusaha mengejar nasib, dengan mencari pekerjaan walau tanpa ijazah.

” Jangan sampai Nasib seperti ini kembali terjadi pada keluarga saya. Ini dijadikan pengalaman untuk memilih sekolah yang tepat, “kata AR.

AR merupakan alumni SMK Ma’arif Banyumas. Dirinya tidak memiliki ijazah lantaran ditahan oleh pihak sekolah.

Ia dan keluarganya sudah pernah melakukan negosiasi kepada pihak sekolah namun tetap nihil. Sekolah tetap menuntut penebusan ijazah sebesar Rp.5 juga akibat menunggak SPP.

” Jangankan menyerahkan Ijazah, minta fotocopy nya pun tidak dikasih, sungguh terlalu, “tutupnya. (Vit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *