Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Siap 3 Semester, Mahasiswi Pascasarjana IAIN Langsa Sidang Tesis Bahasa Arab

IMG 20250206 141921
Direktur pascasarjana yang juga Dosen pembimbing, Dr. Zulfikar MA foto bersama Khairun Nisa didampingi tim penguji Dr. Muhammad Suhaili Sufyan MA, Dr. Muhammad Amin MA, Dr. Indis Ferizal M.H dan Dr. Mursyidin MA. (Foto:hariandaerah.com/HumasIAIN)

KOTA LANGSA – Seorang Mahasiswi Pascasarjana Program Magister (PPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, Khairun Nisa berhasil mengikuti sidang Munaqasyah Tesis dengan judul “Al-Waris Al-Badil Fi Dhauil Ushul Fiqh: Dirasah Naqdiyyah Li Fikrah Hazairin” menggunakan Bahasa Arab.

Tesis yang juga ditulis dengan Bahasa Arab itu membahas tentang Ahli Waris Pengganti dalam Tinjauan Ushul Fiqh: Studi Kritis terhadap Pemikiran Hazairin dan dipresentasikan pada ruang sidang Pascasarajana IAIN Langsa, Kamis (06/02/2025).

Direktur pascasarjana IAIN Langsa, Dr. Zulfikar MA memberikan apresiasi yang luar biasa atas capaian prestasi mahasiswinya tersebut yang menggunakan tulisan dan bahasa arab serta disajikan dengan sangat baik.

Nisa berhasil mempertahankan tesisnya dengan nilai A+ dan menyelesaikan studinya kurang dari 2 tahun atau 3 semester.

IMG 20250206 142034
Mahasiswi Pascasarjana, Khairun Nisa saat persentasi Tesis dengan Bahasa Arab di depan tim dosen penguji Pascasarja IAIN Langsa, Kamis (06/02/2025).

“Kita mendorong agar Khairun Nisa dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang S3 dan kita juga akan berupaya memberdayakannya untuk kemajuan IAIN Langsa,” ucap Dr. Zulfikar.

Sementara Khairun Nisa menyampaikan bahwa tesisnya adalah pemikiran Hazairin tentang konsep ahli waris pengganti yang berkesimpulan bahwa cucu, anak saudara laki-laki dan anak saudara perempuan berhak mendapatkan warisan karena menggantikan posisi orang tua mereka.

BACA JUGA:  Peduli Bersihkan RSUD, IAIN Langsa: Layanan Vital yang Harus Segera Pulih

“Meskipun orang tua mereka telah terlebih dahulu meninggal dari pada Muris (orang yang meninggalkan warisan) adalah bertentangan dengan ushul fiqih, baik dalam tinjauan dalil maupun tinjauan kaidah kebahasaan (Qawa’id Ushuliyyah Lughawiyyah),” ujarnya.

Khairun Nisa yang merupakan mahasiswi kelahiran Tahun 1999 di Matang Glumpang Dua ini terlihat sangat piawai dalam mempresentasikan dan mempertahankan hasil Karya Tulis Ilmiahnya. Gadis cantik buah hati dari pasangan Ibnu Sa’dan dan Azizah mampu menjawab dengan baik dan benar pertanyaan yang diajukan oleh tim penguji.

Ia merasa senang atas capaian ini dan bangga pada proses yang sudah dilalui. Nisa sendiri dibimbing oleh Dr. Zulfikar MA dan Dr. Muhammad Suhaili Sufyan Lc, MA.

Selama mengikuti perkuliahan bersama teman – temannya, Nisa mendapatkan pelayanan akademik yang baik, diajarkan oleh dosen yang mumpuni dan berpengalaman.

“Dosen yang ada sangat expert, selain lulusan dari kampus dalam negeri, banyak juga dosen yang tamatan luar negeri,” sebut Nisa dengan penuh senyum.

BACA JUGA:  Sekolah Penggerak Simeulue Mantapkan Proses Pembelajaran Tanpa Kekerasan di Sekolah

Mahasiswi ini berterimakasih kepada para dosen, karena sudah mengajar dengan metode yang interaktif dan memberikan materi perkuliahan yang menarik sesuai dengan perkembangan zaman.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur menjadi mahasiswi yang mendapat nilai sidang tertinggi yang pernah dicapai oleh mahasiswa/i PPM. Semoga ini dapat menjadi motivasi bagi teman-teman yang lain dalam menambah kemampuan berbahasa asing,” ungkap Khairun Nisa.

Sidang Tesis dipimpin oleh Dr. Zulfikar,  MA dengan memperkenalkan profil tim penguji yang berlatar belakang alumni dalam dan luar negeri dan pakar dalam berbahasa Arab, yaitu Dr. Muhammad Suhaili Sufyan, MA alumni Al Azhar Kairo, Dr. Muhammad Amin, MA alumni Sudan, Dr. Indis Ferizal, M.H alumni UIN Arraniry dan Dr. Mursyidin, MA alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *