Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

SMK Ma’arif Banyumas Pringsewu Sanggah Dugaan Ijazah Siswa Ditahan

SMK Ma'arif Banyumas Pringsewu Sanggah Dugaan Ijazah Siswa Ditahan IMG 20240202 WA0002
Romli ketua yayasan pengelola SMK Ma'arif Banyumas Pringsewu. (Davit/Hariandaerah.com)

PRINGSEWU – Pihak sekolah menengah kejuruan ( SMK ) Ma’arif Banyumas Pringsewu menampik infomasi penahanan ijazah siswa alumninya yang telah lulus.

Dan menyebut wali murid alumni tersebut tidak pernah datang ke sekolah mengambil ijazah dan menyampaikan kendalanya.

Adapun ijazah bukan ditahan, namun itu belum diberikan, lantaran siswa belum melakukan sidik jari.  Ditambah lagi orang tua siswa belum memenuhi kewajibannya di sekolah.

” Kami ini swasta bukan Negeri. Adapun keuangan yang dikelola SMK ini, itu berdasarkan dengan apa yang sudah disepakati. Uang jelas untuk membayar tenaga pengajar dan operasional sekolah, “ucap Romli pihak yayasan SMK Ma’arif Banyumas kepada Hariandaerah.com, saat menyampaikan hak jawab dikantornya, Jumat (2/2/24).

Selama wali murid proaktif, Ia mengatakan, pihaknya akan selalu melayani permasalahan orang tua murid sebelum pihak sekolah memberi kebijakan.

” Selama orang tua murid proaktif pihak sekolah pasti melayani mengingat selama ini kedua pihak tidak ada masalah dan selagi memang ada komunikasi dua arah, “kata Dia.

Menurutnya, pihak sekolah akan memberi kebijakan menyangkut permasalahan yang akan diverifikasi.

” Disitulah nanti kebijakan kebijakan yayasan yang akan berbicara gitu. Konteksnya kan mesti harus diverifikasi juga. Kita pihak yayasan harus mengelola betul-betul gitukan, “timpalnya.

SMK Ma’arif mendapat bantuan operasional sekolah ( BOS ) lanjutnya. Tetapi pihaknya terfokus pada uang SPP siswa.

“Ya tetap kita yang lebih ke SPP karena SMA dan SMK itu kan terutama pada SPP, “ungkap Romli.

Romli menyebut untuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMK Ma’arif Banyumas berjalan kondusif tanpa campur tangan pihak sekolah, lantaran anggaran KIP tersebut langsung masuk ke rekening siswa.

“Kemudian untuk KIP, itu kondusif lah. kalau KIp itu kan kita tidak mengajukan itu dari pusat sudah ada sendiri Kita hanya memberitahu karena itu masuk ke rekening anak langsung, kecuali yang baru saja aktivasi, “pungkasnya.

Berita sebelumnya, Keluhan penahanan ijazah di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ma’arif Banyumas Pringsewu tercatat kian bertambah.

Kembali didapati puluhan alumni kesemuanya merupakan warga Pekon Waya Krui Kecamatan Banyumas kabupaten Pringsewu.

Puluhan alumni yang tidak mau disebutkan namanya tersebut mengaku ijazahnya ditahan lantaran belum melunasi pembayaran SPP. Termasuk juga pembayaran yang lainnya.

” Ijazah kami ditahan lantaran belum melunasi pembayaran SPP, “kata mereka, Senin (29/1/24).

Berbagai keluhan disampaikan oleh mereka. Termasuk sulitnya mendapatkan pekerjaan lantaran tidak memiliki ijazah.

“Mau ambil ijazah tidak boleh. Termasuk mau foto copy juga tidak dikasih alasannya disuruh melunasi bayaran dulu, “keluh puluhan alumni SMK Ma’arif tersebut.

Berita sebelumnya, Alumni siswa sekolah menengah kejuruan ( SMK ) Ma’arif Banyumas Pringsewu Lampung bernama Rayfanda Pramudita warga Pekon Nusawungu mengaku belum menerima ijazah kelulusan sekolah pasca kelulusannya.

Penahanan ijazah menurut Rayfanda dilakukan oleh pihak sekolah SMK Ma’arif Banyumas dengan alasan karena tidak memenuhi syarat administrasi, salah satunya menunggaknya uang sekolah yang harus dibayar siswa seperti, uang SPP, Infak serta uang perpisahan murid. Oleh pihak sekolah Ijazah Rayfanda tidak diberikan sejak kelulusannya di tahun 2022 silam.

” Ijazah saya ditahan karena belum melunasi SPP, uang Infak serta uang perpisahan murid, kesemuanya sebesar Rp.1.700.000, “papar Rayfanda kepada Hariandaerah.com, Sabtu (27/1/24).

Rayfanda menjelaskan, kecuali dirinya, masih banyak lagi ijazah alumni lainnya yang ditahan oleh guru.

Selain ijazah, bagi para siswa yang belum melunasi pembayaran SPP dan Infak tidak diperkenankan mengikuti Ujian oleh pihak sekolah.

“Ada juga yang belum melunasi SPP dan Infak tidak boleh ikut ujian, “beber Rayfanda.

Dengan penahanan ijazah miliknya, Rayfanda mengaku kesulitan untuk melamar kerja. Kini Rayfanda berstatus pengangguran lantaran tidak memiliki ijazah untuk syarat melamar kerja.

” Saya pernah mencoba pinjam ijazah saya untuk di foto copy melamar kerja namun tetap tidak diberikan oleh pihak sekolah. Sehingga saya mau kerja saja enggak bisa dan kini nganggur, “keluh Rayfanda.

Pengakuan serupa disampaikan juga oleh Rizki Saputra warga Banyumas. Ia mengeluh lantaran tidak menerima ijazah miliknya karena belum melunasi pembayaran SPP sebesar Rp.3.225.000.

” Saya alumni 2021. Ijazah saya tidak diberikan lantaran belum membayar SPP sebesar Rp.3. 225.000. Lantaran tidak memiliki ijazah akhirnya saya sulit melamar kerja, “kata Riski Saputra. (Davit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *