Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Simeulue Dorong Generasi Qurani Lewat Gerakan Simeulue Mengaji

20260828 201039

SIMEULUE — Membangun daerah tidak cukup hanya dengan menghadirkan jalan, jembatan dan berbagai fasilitas publik. Di balik pembangunan fisik, ada investasi yang jauh lebih panjang: membangun manusia yang berkarakter, berakhlak dan memiliki fondasi spiritual yang kuat.

Semangat itulah yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Simeulue di bawah kepemimpinan Bupati Mohammad Nasrun Mikaris, S.H., M.H., salah satunya melalui Gerakan Simeulue Mengaji (GSM).

Program ini menjadi bagian dari ikhtiar Pemkab Simeulue untuk memperkuat kehidupan keagamaan sekaligus membangun sumber daya manusia yang mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai agama dan budaya masyarakat.

Gerakan Simeulue Mengaji tidak hanya diarahkan agar anak-anak mampu membaca Al-Qur’an. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai akhlak, kedisiplinan, kebersamaan, kepedulian sosial serta penghormatan kepada orang tua dan guru.

20260828 201116

Masjid dan Meunasah Jadi Pusat Pembinaan Generasi

Masjid dan meunasah memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Simeulue. Sejak dahulu, keduanya tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan agama, pembinaan generasi muda dan tempat mempererat silaturahmi.

Melalui GSM, peran tersebut kembali diperkuat. Kegiatan mengaji diharapkan mampu menciptakan suasana religius sekaligus menghadirkan ruang positif bagi anak-anak dan remaja untuk belajar, berinteraksi dan tumbuh bersama.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi, tantangan pembinaan generasi muda semakin besar. Anak-anak kini memiliki akses luas terhadap berbagai informasi melalui perangkat digital. Kondisi tersebut memberikan manfaat besar, namun juga membutuhkan pendampingan dari keluarga dan lingkungan.

BACA JUGA:  Pemadaman Listrik Kerap Dikeluhkan Warga Simeulue, AMD Temui PLN Aceh

Karena itu, penguatan pendidikan agama menjadi salah satu fondasi penting agar generasi muda Simeulue memiliki kemampuan menyaring perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai moral.

Membangun Generasi, Menyiapkan Masa Depan Simeulue

Bagi Pemerintah Kabupaten Simeulue, anak-anak yang hari ini belajar membaca Al-Qur’an merupakan bagian dari investasi masa depan daerah.

“Mereka kelak akan menjadi pelajar, tenaga profesional, pelaku usaha, aparatur pemerintahan, tokoh masyarakat hingga pemimpin Simeulue. Karena itu, pembentukan karakter sejak dini menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan daerah,” kata Monas sapaan akrab Mohammad Nasrun Mikaris. Kamis (27/8/2026).

Bupati Mohammad Nasrun Mikaris menempatkan pembinaan keagamaan sebagai salah satu bagian penting dalam membangun masyarakat Simeulue yang lebih baik.

Pembangunan infrastruktur dan ekonomi, menurut semangat program tersebut, perlu berjalan beriringan dengan pembangunan manusia. Kemajuan daerah akan semakin bermakna apabila masyarakatnya memiliki integritas, kepedulian dan akhlak yang baik.

GSM Bukan Sekadar Program Pemerintah

Gerakan Simeulue Mengaji diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial ataupun program pemerintah semata. Keberlanjutannya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Ulama, pimpinan dayah, guru mengaji, imam masjid, aparatur desa, pemuda, orang tua dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjaga agar budaya mengaji terus hidup.

BACA JUGA:  PON XXI Aceh-Sumut 2024 Diharapkan Jadi Momentum Kebangkitan Pariwisata Aceh

Keluarga menjadi tempat pertama pembentukan karakter. Guru mengaji menjadi pembimbing. Masjid dan meunasah menjadi ruang pendidikan dan kebersamaan. Sementara pemerintah hadir memberikan dukungan agar gerakan tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.

Dengan sinergi tersebut, semangat mengaji diharapkan tidak hanya berlangsung pada waktu tertentu, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh dari rumah-rumah masyarakat Simeulue.

“Semoga ini berkah dan mendapat pahala dari Allah SWT. Semoga program GSM ini terus digalakkan dan diramaikan di seluruh masjid setiap malam Jumat di Kabupaten Simeulue,” ujarnya.

Dari Al-Qur’an, Menjemput Simeulue yang Lebih Baik

Gerakan Simeulue Mengaji pada akhirnya membawa pesan sederhana namun penting: kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan kemajuan manusianya.

Teknologi boleh berkembang, pembangunan terus bergerak, dan zaman terus berubah. Namun, nilai-nilai agama dan kearifan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Simeulue tetap harus dijaga.

Melalui Gerakan Simeulue Mengaji, Pemkab Simeulue di bawah kepemimpinan Mohammad Nasrun Mikaris berupaya menanamkan fondasi tersebut sejak dini.

Dari rumah, masjid dan meunasah, semangat membaca serta memahami Al-Qur’an diharapkan tumbuh menjadi budaya masyarakat.

Sebab Simeulue yang maju bukan hanya tentang seberapa banyak infrastruktur yang dibangun, tetapi juga tentang seberapa kuat generasi yang disiapkan untuk menjaga dan melanjutkan pembangunan tersebut. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *