KOTA LANGSA – Komunitas Pegiat Tanaman Hidroponik Kota Langsa diduga telah mengadakan Bimtex untuk seluruh Geuchik Se kota Langsa.
Hal tersebut, telah diberitakan oleh salah satu Media Online yang telah terbit pada tanggal 29 September 2022.
Terkait hal itu, Baim dan Yunita Silvia yang merupakan pengurus Komunitas Pegiat Tanaman Hidroponik Kota Langsa mengatakan, bahwa pihaknya menepis kebenaran pemberitaan tersebut dan juga tidak pernah mengadakan Bimtex untuk seluruh Geuchik Se Kota Langsa.
“Kami Dari Komunitas tidak Pernah Membuat atau mengadakan Bimtex untuk Seluruh Geuchik Se kota Langsa, seperti yang diberitakan oleh Media Online yang terbit pada tanggal 29 September 2022,” katanya saat dimintai keterangan oleh Awak Media Hariandaerah.com, Jum’at (30/9/2022).
Oleh sebab itu, Baim dan Yunita Sangat kecewa atas pemberitaan yang sangat ambigu. Pasalnya, lain yang dipertanyakan lain pula yang diterbitkan.
“Kami sangat kecewa dengan pemberitaan yang sangat ambigu itu. Karena, lain yang ditanya lain pula yang diberitakan,” imbuhnya.
Yunita juga mengatakan, bahwa dirinya tidak pernah mengucapkan 20 hingga 10 Juta. Tetapi, dirinya mengatakan bahwa biaya pelatihan Hidroponik bagi pemula per orang Rp 10.000 rb hingga Rp 20.000 rb Rupiah. Dan untuk Masyarakat sekitar Rp 550.000 rb dan biaya tersebut sudah termasuk Staterkit, Uang Saku, Tempat, Snack dan Modul.
“Tidak pernah saya mengucapkan 20 juta atau 10 Juta. Saya mengatakan biaya pelatihan Hidroponik bagi dasar/pemula yang kita lakukan Di Green House Ourfan untuk pemula Kalau Pelajar per orang biayanya Rp 10.000 rb Sampai 20.000 rb dan bila untuk Masyarakat kami bebankan Rp 550.000 rb dan itu sudah termasuk Staterkit, Uang Saku, Tempat, Snack dan Modul,” katanya.
Oleh sebab itu, pihaknya akan menempuh jalur hukum atas pemberitaan pencemaran nama baik tersebut. Karena, isi pemberitaan tersebut tidak sesuai dengan apa yang telah dipertanyakan kepada pihaknya.
“Kami akan menempuh jalur hukum atas pemberitaan pencemaran nama baik kami. Karna, 99 % isi berita itu semua hanya karangan atau fiktif nelaka, bukan hasil konfirmasi. Lain yang dipertanyakan lain pula yang diterbitkan,” pungkasnya.














