Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Intervensi Lintas Sektor Berhasil: Dua Ibu Hamil Risiko Tinggi di Krakahan Akhirnya Bersedia Dirujuk ke RSUD Brebes

IMG 20260419 WA0008
Camat Tanjung, Ahmad Sodikin bersama tim Nakes Door to Door Puskesmas Tanjung dan Kepala Desa dan kader kesehatan Desa Krakahan bersama Kedua pasien.(Foto hariandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES – Penanganan kasus kesehatan yang mengandalkan kerja sama antarberbagai pihak kembali membuahkan hasil positif di wilayah Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Dua orang ibu hamil dengan kondisi risiko tinggi, yaitu Kurnenti (28) dan Damiah (38) warga RT 01/02 Desa Krakahan, sempat menolak rujukan ke rumah sakit karena menderita kelainan organ limpa (Lien) dan anemia berat. Namun berkat upaya pendekatan dan intervensi yang dilakukan secara bersama-sama, akhirnya kedua pasien tersebut bersedia menjalani perawatan medis lanjutan.

Kejadian ini berlangsung pada Jumat, 17 April 2026. Setelah diketahui kondisi keduanya yang tergolong serius, tim pelayanan kesehatan door to door dari Puskesmas Tanjung bersama pihak terkait berencana merujuk mereka ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes agar mendapatkan penanganan yang memadai dan sesuai kebutuhan medis. Namun pada awalnya, kedua pasien menolak rujukan tersebut, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengingat risiko yang dapat mengancam keselamatan ibu maupun janin yang dikandungnya.

Menyikapi situasi tersebut, dilakukan langkah intervensi lintas sektor yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di wilayah setempat. Tim yang terlibat di antaranya adalah Camat Tanjung Ahmad Sodikin, Kepala Desa Krakahan Sugeng Heni Setiapuji, petugas kesehatan dari Puskesmas Tanjung, serta para kader kesehatan Desa Krakahan yang rutin memantau kondisi kesehatan warga.

Melalui pendekatan yang penuh kehati-hatian, kesabaran, dan rasa kekeluargaan, tim tersebut mendekati kedua pasien beserta keluarganya untuk memberikan penjelasan dan pemahaman secara menyeluruh. Tenaga kesehatan menjabarkan secara rinci mengenai kondisi kesehatan yang dialami, risiko yang mungkin terjadi jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, serta manfaat dan jaminan pelayanan yang akan diterima jika bersedia dirujuk ke RSUD Brebes.

BACA JUGA:  Brebes Peringati Hari Jadi ke-348 dengan Pelayanan KB Gratis, Wujud Kepedulian Pemerintah

Selain itu, unsur pemerintahan dari tingkat kecamatan hingga desa juga memberikan dukungan dan jaminan bahwa seluruh proses pelayanan akan difasilitasi dan dibantu sebaik-baiknya, sehingga tidak ada lagi kekhawatiran yang dirasakan oleh pasien dan keluarga.

Usaha yang dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan menyeluruh tersebut akhirnya membuahkan hasil. Kedua pasien yang semula bersikeras menolak, akhirnya menyetujui untuk menjalani rujukan ke rumah sakit rujukan guna mendapatkan perawatan yang lebih spesifik sesuai dengan kondisi kesehatannya.

Kepala Puskesmas Tanjung, dr. Hero Irawan, menyampaikan kabar baik ini kepada awak media hariandaerah.com pada pagi hari Sabtu, 18 April 2026. Ia menegaskan bahwa keberhasilan meyakinkan kedua pasien tidak lepas dari kerja sama yang solid antarberbagai pihak yang terlibat.

“Kondisi kedua pasien ini memang tergolong risiko tinggi. Dengan adanya kelainan Lien dan anemia berat, penanganan di fasilitas kesehatan tingkat lanjutan sangat diperlukan demi keselamatan ibu dan janin. Awalnya pasien menolak, namun berkat pemahaman yang disampaikan oleh petugas kesehatan serta dukungan dari Camat, Kepala Desa dan kader kesehatan, akhirnya mereka bersedia untuk dirujuk. Ini bukti bahwa sinergi lintas sektor memiliki peran yang sangat penting dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan di lapangan,” ujar dr. Hero.

BACA JUGA:  Bernostalgia di SMP Negeri 1 Susoh, Bupati Safaruddin: Dulu Sekolah Ini Tidak Seperti Sekarang

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi contoh nyata bahwa pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aspek medis semata, namun juga melibatkan tokoh masyarakat dan unsur pemerintahan setempat sangat efektif mengatasi hambatan yang ada. Diharapkan ke depannya, kasus serupa dapat ditangani dengan lebih cepat dan tepat, sehingga angka kesakitan maupun risiko kematian bagi ibu hamil dapat ditekan serendah mungkin.

Saat ini, kedua pasien tersebut sudah mendapatkan penanganan medis di RSUD Brebes dan kondisinya terus dipantau oleh tim medis yang bertugas. Pihak Puskesmas Tanjung juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan serta dalam upaya penyelamatan nyawa ini, serta berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh masyarakat.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *